Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Provinsi Kalbar Paling Cepat Tangani Karhutla: Ini Rahasianya

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, kini bisa bernafas lega. Beberapa titik api (hot spot) kebakaran hutan dan lahan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
(ANTARA FOTO/RENDHIK ANDIKA)
Warga menggunakan masker saat berada di objek wisata bantaran Sungai Kahayan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (15/9/2019). Kota Palangkaraya kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah sehingga menimbulkan aroma yang menyengat dan menggangu aktivitas warga. 

Kemudian saya minta bantuan PLN dan Pertamina ikut bantu tangani kebakaran, melakukan pemadaman. Pemda Kalsel juga ikut bantu. Karena di Kalimantan Tengah, kebakarannya terjadi di pinggir jalan.

Bagaimana Provinsi Sumatera Selatan?

Masih saya pantau sampai sekarang. Masalahnya (kebakaran hutan) soal lahan gambut juga. Setiap kejadian kritis, saya pasti berkomunikasi dengan Presiden Jokowi.
Nah kemarin, saya lapor Pak sudah tidak (ada kebakaran) lagi. Beliau bilang, iya sudah hujan juga. Namun yang jelas, Sumatera Selatan harus diawasi terus, sampai sekarang.

Berapa total areal hutan yang terbakar tahun ini?

Sekira 328 ribu hektare. Sebanyak 108 ribu hektare ada di NTT. Di NTT yang terbakar bukan hutan, tapi rumput. Saya masih minta cek sampai September, kemungkinan bisa 500 ribuan hektare (yang terbakar). Sekarang, jauh lebih kecil.

Baca: 7 Desa di Kabupaten Ini Dikategorikan Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

Tahun 2015, sekitar 2,6 juta hektare hutan yang terbakar. Saya sampai dipanggil pulang sama Pak Jakowi dari Norwegia. Saya persingkat perjalanan.
Di tahun sebelumnya, 2013, hutan yang terbakar ketika itu mencapai 6 juta hektare.

Tahun 1997 berdasar penelitian, hutan yang terbakar sampai 17 juta hektare.
Tapi, dulu tidak heboh beritanya. Karena di zaman kita sekarang ini ada medsos yang kemudian menjadi heboh.

Polri sudah banyak mempersangkakan mereka --baik perorangan maupun korporasi-- sebagai pelaku pembakaran hutan. Pendapat Anda?

Dari polisi, memang yang paling banyak masyarakat karena tertangkap saat ada patroli polisi. Nah, memang orang-orang itu ketika dibawa ke polres, ditanya mengaku ada yang suruh.
Siapa yang nyuruh, ada yang kemudian ditangkap namu ada juga tidak tertangkap. Polisi sekarang jago juga, kepala daerahnya juga dipanggil. Ditanya mengapa tidak bisa menjaga hutan dan lahan, mengapa sampai terjadi kebakaran.

Anda pernah mendapat protes langsung dari negara tetangga karena karhutla?

Tidak pernah. Paling kritis, asap lintas negara terjadi pada 13 September lalu. Saya terus koordinasi dengan para gubernur, saya telepon satu persatu.
Saya kasih tahu, kalau salah saya bilangin. Saya lihat, semua gubernur (yang hutannya terbakar) sangat hati-hati, karena publik saat ini sangat kritis. *

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved