Berita Manado
Kadis Pendidikan Manado Hadiri Ibadah Duka di Rumah Korban Vanly Lahingide, Ini Imbauannya
Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Daglan Walangitan, memberi sambutan di rumah duka Vanly Lahingide, korban yang meninggal akibat dihukum gurunya
Penulis: | Editor: David_Kusuma
Apakah ia terlambat karena telat bangun, atau karena alasana lain.
Namun, Vanly Lahingide pada Selasa pagi itu berbaris bersama dengan temen-teman lainnya.
Ya bukan cuman Vanly Lahingide yang terlambat pada Selasa kemarin, tapi ada juga teman-temannya.
Sebagai ganjaran, Vanly Lahingide pun mendapat hukuman dari gurunya CS (58).
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO
2. Disuruh Berdiri di Panas
Salah satu rekan korban bernama Betran (14), warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, dalam pengakuannya menceritakan kronologis kejadian saat korban dan dirinya serta beberapa teman mereka dihukum.
"Jadi waktu itu kami terlambat ke sekolah, dan dipanggil nama-nama kami oleh Mem," ujrnya.
Lanjutnya, setelah itu, dia dan korban serta beberapa temannya yang dipanggil disuruh berdiri di lapangan.
"Sekitar 15 menit disuruh berdiri, Vanly mengatakan bahwa dirinya sudah rasa pusing," ucapnya.
Sementara kata ayahnya, Joni Lahingide membeber jika anaknya disuruh berdiri di panas.
"Menurut beberapa temannya, Fanly diberi ganjaran karena terlambat ke sekolah, sehingga disuruh berdiri di panas (di bawah terik sinar matahari)," bebernya.
PEMBUNUHAN ANGGOTA TNI
> BREAKING NEWS Sidang Pembunuhan Kopda Lucky, Saksi: Terdakwa Sempat Pukul Korban Dengan Air Soft Gun
> BREAKING NEWS: Sidang Pemeriksaan Saksi Pembunuhan Anggota TNI AD Kopda Lucky Digelar di PN Manado
> Viral Foto Terbaru 3 Tersangka Pembunuhan Anggota TNI Kopda Lucky, Ini Tanggapan Polisi
3. Disuruh Lari 20 Kali Kelilingi Lapangan Sekolah
Masih kata Betran, setelah disuruh berdiri, mereka kemudian di suruh lari mengelilingi lapangan sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rumah-duka-fanly-lahingide-10.jpg)