NEWS

Berkali-Kali Ditikam di Bagian Leher dan Perut, Pria Ini Masih Bisa Selamat, Percobaan Pembunuhan

Terjadi penikaman dengan korban seorang pria. Korban menerima tikaman di bagian leher dan perut.

Berkali-Kali Ditikam di Bagian Leher dan Perut, Pria Ini Masih Bisa Selamat, Percobaan Pembunuhan
Youtube
Foto Ilustrasi Bos Selingkuh dengan Istri Anak Buah Lalu Sewa Pembunuh Bayaran untuk Menghabisi Si Suami 

"Racun sianida itu terbukti dibeli secara online di Indonesia.

Itu hanya pengakuan saudara BHS kepada YL agar diberikan uang yang lebih untuk membeli barang tersebut," kata Budhi di Mapolsek Kelapa Gading, Senin (1/9/2019).

Barang yang dibeli BHS pun bukanlah sianida murni, melainkan potassium sianida.

Setelah barang itu diterima BHS, bongkahan potassium sianida itu ia hancurkan hingga menjadi bubuk dan ia larutkan kedalam cairan.

Lalu, BHS memberikan bungkusan plastik berisi serbuk warna putih.

Juga satu buah botol air mineral yang berisi cairan sianida, satu buah jarum suntik berisi cairan sianida, minuman beralkohol yang juga dicampur sianida.

Serta sejumlah obat-obatan yang juga dioplos dengan sianida.

"Namun rupanya saudari YL tidak berani memberikan barang-barang yang sudah dicampur dengan racun sianida itu kepada suaminya," ujar Budhi.

Akhirnya, kedua tersangka tersebut merencanakan cara lain untuk membunuh VT yakni dengan menyewa dua orang pembunuh bayaran.

Adapun sisa paket potassium sianida dan sejumlah barang yang dicampur itu turut diamankan Polisi saat penangkapan YL.

5 Fakta Istri Sewa Pembunuh Bayaran untuk Bunuh Suami dan Anak Tiri

Berita Lain.

Sebelumnya kasus istri sewa pembunuh bayaran untuk menghabisi suami juga diungkap polisi.

Kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23) yang jenazahnya dibakar di dalam mobil di kawasann Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat terkuak.

Polisi mengamankan empat tersangka, yakni AK (Aulia Kesuma), KV, S, dan A. AK merupakan istri Edi sekaligus otak di balik pembunuhan sadis tersebut.

KV merupakan anak AK, tetapi anak tiri bagi Edi, berperan sebagai pembunuh Dana.

Itu berarti KV adalah saudara tiri Dana.

Sementara itu, S dan A adalah pembunuh bayaran yang diperintah AK untuk membunuh suaminya.

Mereka dijanjikan bayaran Rp 500 juta.

Berikut adalah 5 fakta terkait pembunuhan sadis itu.

1. Kronologi Pembunuhan

Edi dan Dana dibunuh dengan cara berbeda.

Edi dibunuh dengan diracun oleh pembunuh bayaran, yaitu S dan A.

Sementara, Dana tewas setelah dibunuh dan diberi minuman keras oleh KV. Keduanya dibunuh dalam waktu yang bersamaan di rumah mereka di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Tersangka A dan S ini memberikan racun kepada korban (Edi) di minuman dengan harapan langsung meninggal. Setelah dia lemas dicek enggak gerak," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).

Setelah diyakini tewas, kedua jenazah korban dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke Sukabumi oleh AK dan KV.

"Ada dua mobil yang dibawa ke arah Sukabumi. Setelah sampai ke daerah Cidahu di Sukabumi, kemudian mayat dua orang itu dibakar oleh tersangka K," kata Argo.

Dalam proses pembakaran tersebut, KV menderita luka bakar karena tersiram bensin.

Dua korban pembunuhan itu pertama kali ditemukan warga dalam mobil yang terbakar di Jalan Cidahu-Parakansalak, Kampung Bondol, Desa Pondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, hari Minggu lalu sekitar pukul 12.00 WIB.

Kedua jenazah itu terlihat setelah api yang membakar minibus Toyota Calya berpelat nomor B 2983 SZH itu mengecil.

2. Terlilit utang dan tak disetujui jual rumah

Berdasarkan pengakuan AK ke polisi, ia menghabisi nyawa suami dan anak tirinya karena terlilit utang.

AK pernah meminta izin untuk menjual rumah di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, untuk membayar utang itu.

Namun, permintaannya itu ditolak Edi. Edi bahkan mengancam untuk membunuh AK jika rumah itu tetap dijual.

"Istri ini inisial AK mempunyai utang. Kemudian dia ingin menjual rumahnya. Tapi suami ini (Edi) mempunyai anak (kandung), jadinya tidak setuju dan dia mengatakan kalau menjual rumah ini 'Kamu (AK) akan saya bunuh'," kata Argo.

3. Cari pembunuh bayaran lewat mantan ART

AK kesal dengan penolakan Edi. Ia mulai merancanakan pembunuhan itu dengan melibatkan pembunuh bayaran.

Ia meminta bantuan suami mantan asisten rumah tangganya (ART) untuk mencari pembunuh bayaran.

Mantan suami ART itu pun menghubungi S dan A yang berdomisili di Lampung.

Kedua pembunuh bayaran itu kemudian datang ke Jakarta menggunakan travel.

Keduanya bertemu dengan AK dalam mobil di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

AK menjanjikan bayaran Rp 500 juta untuk membunuh suami dan anak tirinya.

"Akhirnya di dalam mobil, deal (setuju) untuk membantu eksekusi dan membunuh korban dengan perjanjian akan dibayar Rp 500 juta," ungkap Argo.

4. Pembunuh bayaran hanya dibayar Rp 8 Juta

AK hanya membayarkan uang senilai Rp 8 juta kepada S dan A.

Padahal, sebelumnya AK menjanjikan pembayaran senilai Rp 500 juta kepada keduanya.

AK lalu memerintahkan S dan A kembali ke Lampung usai menghabisi nyawa Edi dan anaknya.

"Dia (AK) menjanjikan uang senilai Rp 500 juta. Setelah melakukan kegiatan (pembunuhan), A dan S disuruh pulang ke Lampung dan diberi uang Rp 8 juta," ujar Argo.

5. Tersangka ditangkap di tempat berbeda

Kurang dari 24 jam usai penemuan jenazah dua korban di Sukabumi, Jawa Barat, polisi mengamankan AK di Jakarta.

Sementara KV yang masih dirawat di RSPP dijaga ketat aparat Polda Metro Jaya.

Tak berselang lama, jajaran Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga menangkap S dan A di Lampung. (*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Bos Selingkuh dengan Istri Anak Buah Lalu Sewa Pembunuh Bayaran untuk Menghabisi Si Suami

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado :

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved