NEWS
Berkali-Kali Ditikam di Bagian Leher dan Perut, Pria Ini Masih Bisa Selamat, Percobaan Pembunuhan
Terjadi penikaman dengan korban seorang pria. Korban menerima tikaman di bagian leher dan perut.
"Racun sianida itu terbukti dibeli secara online di Indonesia.
Itu hanya pengakuan saudara BHS kepada YL agar diberikan uang yang lebih untuk membeli barang tersebut," kata Budhi di Mapolsek Kelapa Gading, Senin (1/9/2019).
Barang yang dibeli BHS pun bukanlah sianida murni, melainkan potassium sianida.
Setelah barang itu diterima BHS, bongkahan potassium sianida itu ia hancurkan hingga menjadi bubuk dan ia larutkan kedalam cairan.
Lalu, BHS memberikan bungkusan plastik berisi serbuk warna putih.
Juga satu buah botol air mineral yang berisi cairan sianida, satu buah jarum suntik berisi cairan sianida, minuman beralkohol yang juga dicampur sianida.
Serta sejumlah obat-obatan yang juga dioplos dengan sianida.
"Namun rupanya saudari YL tidak berani memberikan barang-barang yang sudah dicampur dengan racun sianida itu kepada suaminya," ujar Budhi.
Akhirnya, kedua tersangka tersebut merencanakan cara lain untuk membunuh VT yakni dengan menyewa dua orang pembunuh bayaran.
Adapun sisa paket potassium sianida dan sejumlah barang yang dicampur itu turut diamankan Polisi saat penangkapan YL.
5 Fakta Istri Sewa Pembunuh Bayaran untuk Bunuh Suami dan Anak Tiri
Berita Lain.
Sebelumnya kasus istri sewa pembunuh bayaran untuk menghabisi suami juga diungkap polisi.
Kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23) yang jenazahnya dibakar di dalam mobil di kawasann Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat terkuak.
Polisi mengamankan empat tersangka, yakni AK (Aulia Kesuma), KV, S, dan A. AK merupakan istri Edi sekaligus otak di balik pembunuhan sadis tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-bos-selingkuh-36262.jpg)