Lifestyle
Vape Bukan Jalan untuk Berhenti Merokok, Waspada Bahaya Mengintai
Dalam sejumlah penelitian disebutkan, vape mengandung formaldehida, benzena, dan akrolein
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menghisap vape atau rokok elektrik memiliki efek yang sama dengan merokok.
Sebab Vape memiliki kandungan nikotin yang menimbulkan efek adiksi atau ketagihan.
“Salah jika orang beranggaan vape menjadi jembatan untuk berhenti merokok. Nikotin dalam vape membuat ketagihan sehingga susah untuk berhenti.”
Hal itu disampaikan perwakilan Departemen Penyakit Dalam Divisi Respirologi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr Iceu Dimas Kultsum SpPD kepada Kompas.com.
Dalam sejumlah penelitian disebutkan, vape mengandung formaldehida, benzena, dan akrolein.
Zat kimia tersebut bersifat karsinogenik yang bisa memicu kanker.
Baca: Vape Bisa Rusak Paru-paru Hingga Sebabkan Kanker
Baca: Tanggapan Dokter Soal Penggunaan Vape dan Kasus Kerusakan Paru-paru
Baca: Pakai Vape Selama 2 Tahun, Kondisi Paru-paru Pria 18 Tahun Ini Mengerikan
Cara kerjanya, zat itu akan merusak inti sel hingga terjadi perubahan struktur.
Perubahan ini, kata Iceu, selanjutnya menjadi asal muasal menjadi kanker.
Nah, untuk mencegahnya, sebaiknya tidak merokok atau pun menggunakan vape.
Namun, berhenti menggunakan vape juga sesuatu yang sulit bagi orang yang ketagihan.
“Untuk berhenti, harus ada keinginan kuat dari pasiennya. Seberapa dahsyatnya informasi yang disampaikan, jika pasiennya tidak ingin berhenti, akan sulit,” tutur dia.
Namun bagi pasien yang ingin berhenti, biasanya tim kesehatan akan mengajak orang terdekat pasien untuk melakukan pendampingan.
“Pendampingan dilakukan selama pasien berupaya berhenti merokok konvensional atau pun vape,” ungkap dia.
Iceu mengatakan, pendampingan perlu dilakukan oleh orang terdekat karena merekalah yang tau kondisi pasien dan kebiasaan pasien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-rokok-elektrik-atau-vape-fgfggf.jpg)