Petugas Lapas Rentan Idap Hepatitis C

Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengimbau agar para petugas lapas dan rutan

Petugas Lapas Rentan Idap Hepatitis C
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi hepatitis. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengimbau agar para petugas lapas dan rutan melakukan pengecekan terhadap penyakit hepatitis C. Hal itu menyusul keluarnya hasil tes terhadap 17.400 narapidana di DKI Jakarta dengan hasil 5,9 persen diantaranya positif mengidap penyakit Hepatitis C.

"Petugas sebaiknya juga tes agar ada kepastian kondisi kesehatannya," ujar Sri di kantornya, Kamis(19/9).

Baca: Anggota DPRD Gadaikan SK Bayar Konstituen

Dirjen Pemasyarakatan kata Sri juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan mitra kerjanya yakni koalisi hati dan CAI guna meminta pendapat terkait pengecekan kesehatan. Sri mencontohkan di Lapas Kotaagung menjadi salah satu yang sudah melakukan pengecekan kepada petugas-petugasnya.

"Kita akan minta advice dari beliau (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, dr Wiendra Waworuntu). Tadi kalau kita dengar juga, Lapas Kotaagung itu langsung petugasnya yang di cek," kata dia.

"Kami termasuk kelompok rentan untuk terpapar penyakit apapun yang diderita oleh saat ini belajar di lapas dan rutan (narapidana, - red)," tambah Sri.

Baca: Pegawai KPK Kecewa dan Sedih: Mahasiswa Goyang DPR

Sri pun mengajak semua jajarannya yang berada di daerah untuk memanfaatkan informasi penyuluhan diseminasi.  "Penting ini disampaikan, mencegah lebih baik daripada mengobati dan kegiatan ini penting serta strategis, karena kondisi (lapas) sedang seperti tidak biasanya, dimana kapasitas 128.000 dihuni oleh 264.000 lebih," ucapnya.

"Artinya, singgungan-singgungan antar napi sangat mungkin terjadi, bisa tertular. Karena itu manfaatkan diseminasi ini agar mengetahui hal-hal apa yang perlu dilakukan untuk pencegahan," tambah Sri.

Ia memastikan pula adanya pemisahan pada narapidana yang positif mengidap penyakit Hepatitis C, dengan maksud agar narapidana lain tak tertular penyakit serupa.  "Yang pasti ada pemisahan. Cara pengobatan mereka kan sangat berbeda dengan yang lainnya, misalnya harus minum obat sekian lama, tidak boleh putus, kalau putus harus apalagi," kata dia.

Menurutnya, para petugas lapas dan rutan juga membutuhkan pengetahuan lebih dan memahami perihal penyakit tersebut. Sehingga dapat memperlakukan para narapidana dengan cara dan pengobatan yang tepat.

Baca: Jokowi 30 Menit Konsultasi soal Menteri

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI dr Wiendra Waworuntu menilai kegiatan tes Hepatitis C bagi napi dan tahanan di DKI Jakarta sejalan dengan pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat.

"Kegiatan ini juga sangat tepat dan relevan dalam upaya promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan yang bertujuan untuk menurunkan angka kejadian penyakit dan efisiensi dalam pembiayaan kesehatan," kata Wiendra. (Tribun Network/dit/wly)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved