Kiat Sukses
Ingin Menjadi Entrepreneur Hebat? Dosen Unika De La Salle Temukan Kuncinya
Beberapa entrepreneur bahkan mengalami kehilangan makna hidup pada saat mereka menyadari bahwa perusahaan dan usahanya mulai merugi.
Penulis: | Editor: maximus conterius
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pertumbuhan entrepreneur (wirausahawan) muda di Sulawesi Utara cukup menjanjikan dan terus berkembang sejalan dengan program dan dukungan pemerintah provinsi yang sangat besar.
Makin besar jumlah pengusaha muda, maka perekonomian provinsi pasti akan makin baik.
Muncul suatu pertanyaan sentral, yaitu apakah yang mendorong keberhasilan seorang wirausahawan? Apakah yang menjadi tujuan dari aktivtas seorang wirausahawan?
Dr Jozef Raco dalam penelitiannya yang berjudul ‘Spirituality: the power of entrepreneurship' yang telah diterbitkan pada Emerging Market Journal Vol. 9, July 2019, menegaskan bahwa spiritualitas adalah faktor yang sangat menentukan bagi tumbuh dan berkebangannya wirausahawan-wirausahawan tersebut.
Dosen Unika De La Salle Manado ini menegaskan bahwa spiritualitas adalah unsur yang sangat hakiki bagi manusia.
"Spiritualitas memperkuat niat dan mental seseorang untuk membuat atau menciptakan sesuatu. Tujuan akhir dari spiritualitas adalah kebaikan semua orang," katanya, Rabu (18/9/2019).
Ia mengatakan, seorang wirausahawan yang spiritualis tidak akan mencari keuntungan pribadi tetapi membuat dan menciptakan sesuatu untuk kebaikan bersama.
Seorang wirausahawan yang spiritualis akan mampu mengatasi keinginan ego dan kepentingan dirinya dan terarah pada kepentingan dan kebaikan orang banyak.
Wirausahawanyang spiritualis akan berkarya berdasarkan nilai-nilai kebaikan umum dari pada nilai pribadi.
"Alfin Toffler sudah meramalkan bahwa abad ke-21 akan muncul gelombang ketiga (third wave) yang ditandai oleh pertumbuhan industri dan perusahaan yang berdasarkan pada spiritualitas (spirituality-based firms)," katanya.
Baca: Kunci Sukses Seorang Entrepreneur: Cara Berpikir
Baca: Marcos Roring Entrepreneur, Bisnis Motivasi Mulai dari Nol
Raco menambahkan bahwa beberapa penelitian di beberapa negara maju menunjukkan bahwa spiritualitas telah sangat membantu performance perusahaan dan meningkatkan komitmen para pekerjanya.
Dengan spiritualitas perusahaan-perusahaan dan para pengusaha telah berhasil menciptakan a sense of community, sehingga rasa memiliki para pekerjanya makin tinggi yang berdampak pada tingginya produktivitas.
"Para entrepreneur yang spiritualis telah mampu membuat para pekerjanya menyadari pekerjaannya bukan sebagai sesuatu yang membebani tetapi sebagai suatu panggilan (vocation). Para entrepreneur juga merasa dan berkeyakinan bahwa apa yang dibuatnya memiliki makna (purpose) dan makin menyadari akan keterpanggilannya untuk memberikan arti pada kehidupannya (meaning making) melalui usaha yang dia tekuni," katanya
Raco mengatakan, banyak wirausahawan merasakan bahwa hidup dan usahanya adalah bagian dari aktualisasi diri (self-actualization) dan ini yang mendorong mereka untuk tetap bekerja tanpa henti demi kebaikan bersama (bonum communae).
Raco melanjutkan, pengalaman beberapa perusahaan besar yang bangkrut memberikan pelajaran bagi para wirausahawan bahwa tujuan yang semata-mata demi keuntungan ekonomi akan membawa malapetaka.
Banyak wirausahawan yang mengalami keguncangan yang hebat pada saat terjadi krisis ekonomi.
Baca: Pradipta M Parasan Berani Memulai Wirausaha
Baca: Honda DAW Utus Entrepreneur Muda ke Ajang AHMBS Tingkat Nasional
"Beberapa entrepreneur bahkan mengalami kehilangan makna hidup pada saat mereka menyadari bahwa perusahaan dan usahanya mulai merugi. Hal ini disebabkan karena mereka mendasarkan kegiatan usahanya pada keuntungan ekonomi," katanya.
Ia mengatakan, penekanan pada keuntungan ekonomi sifatnya eksploitatif terhadap para pekerja atau lingkungan, sedangkan pengembangan usaha berdasarkan pada spiritualitas akan berdampak positif bagi lingkungan dan bagi para pekerja.
Seorang wirausahawan yang spiritualis akan merasa bahwa kerugian yang dirasakan oleh orang lain karena usahanya secara pasti cepat atau lambat akan berdampak kepada usahanya.
"Oleh karena itu entrepreneur harus memiliki keyakinan bahwa usaha yang sehat dan berhasil harus mampu memberikan dampak positif dan peningkatan kehidupan kepada pegawaiya, kepada masyaraat dan lingkungannya. Ini juga ada kaitannya dengan sustainable enterpreneuship. Entrepreneur yang bertahan (sustain) adalah entrepreneur yang selalui mengukur dampak positif usahanya pada konsumen, pekerja dan lingkungannya," tekannya.
Ia menyebut, ada banyak sekali pengertian tentang spiritualitas. Dalam kajian tentang manajemen dan spiritualitas, spiritualitas dimengerti sebagai suatu usaha yang menghidupkan (animating force), prinsip hidup yang melampaui aspek-aspek material dan mekanis.
"Arti terdalam dari spiritualitas bagi entrepreneur adalah suatu pengalaman personal pertumbuhan pribadi yang mencapai kemampuannya yang tertinggi (reaching the highest potential). Produktivitas seorang entrepreneur selalu mencerminkan kualitas dirinya yang mempromosikan cinta dan empatinya pada masyarakat umum," katanya.
BERITA POPULER:
Baca: 2 Perwira TNI Dikhianati Bawahan saat G30S PKI, Dibunuh Pakai Kunci Mortir, Nyaris tak Ditemukan
Baca: Profil Menpora Imam Nahrawi Jadi Tersangka Korupsi Rp 26,5 M oleh KPK, Mantan Aktivis Mahasiswa
Baca: Potret Nikita Willy saat Berbaur dengan Penduduk Desa di Afrika Selatan, Gaya Busananya Jadi Sorotan
Ia mengatakan, ada suatu keyakinan dasar dari para entrepreneur bahwa dengan memberikan yang terbaik dan bermanfaat bagi banyak orang maka dia akan menemukan dirinya sendiri.
Dan selalu ada dorongan dalam diri entrepreneur untuk membuat yang terbaik (inner driving forces).
Ia menambahkan, arti terdalam dari usaha seorang entrepreneur tidak pernah akan berpusat pada dirinya (never turns into an object of ego-centrism), tetapi pada kepentingan orang banyak.
Wirausahawan yang ingin maju dan bertahan harus menyadari pentingnya spiritualitas sebagai motor penggerak kegiatannya. (*)
Baca: Benny Ramdhani Adu Fisik dengan Senator Sulawesi Barat saat Sidang Paripurna DPD RI