Breaking News:

Kisah Tokoh

Kisah Sarwo Edhi Kecewa Pada Soeharto Saat Ditugaskan Basmi G30S: Kalau Mau Bunuh Aku, Bunuh Saja

Memiliki peran besar dalam penumpasan pemberontakan G30S dan penumpasan setelahnya, Sarwo Edhie justru diangkat menjadi Duta Besar di Moskow

Editor: Gryfid Talumedun
Warta Kota - Tribunnews.com
Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Sarwo Edhie Wibowo termasuk jenderal TNI yang punya peran besar saat peristiwa besar, G30S, atau Gerakan 30 September. 

Berita ini membuat seisi rumah gempar.

Kristiani Herawati (ibu Ani, ibu negara yang wafat, 1 Juni 2019), yang kemudian menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono, masih ingat dengan jelas, pada suatu sore ayahnya mengumpulkan keluarga di ruang tengah.

“Papi akan ditempatkan di Rusia. Moskow. Negara dengan faham komunis,” kata Sarwo Edhie, lirih.

Sarwo Edhie merasa sangat nelangsa dengan tugas baru ini.

“Bagaimanapun, dia selama ini dikenal sebagai penumpas komunis. Lalu kemudian dia diceburkan ke negara berfaham komunis. Bagi Papi ini seperti meledek dirinya,” kata Ani Yudhoyono dalam biografinya, Kepak Sayap Putri Prajurit karya Alberthiene Endah.

Terlebih, Sarwo Edhie merasa tak ada yang salah dengan tugasnya di Medan.

Baca: Intip Penampilan Najwa Shihab dalam Setiap Foto Kenangan Bersama BJ Habibie Presiden RI ke-3

Baca: Penyesalan Bunga Citra Lestari Tak Sempat Bertemu dan Pamit pada BJ Habibie

Baca: Info BMKG: Peringatan Dini Gelombang Tinggi dan Kebakaran Hutan, Hari Ini Kamis 12 September 2019

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN MANADO

Enam bulan adalah waktu yang pendek bagi seorang Pangdam untuk membuktikan prestasi kerjanya.

Kalaupun ada, tentu masih sebatas pembenahan awal semata.

“Papi merasa niat baik dan semangatnya diputus sepihak,” kata Ani.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved