Jokowi Pelajari Pasal demi Pasal UU KPK

Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah setuju terhadap sebagian pasal yang akan direvisi dalam Undang-undang KPK

Jokowi Pelajari Pasal demi Pasal UU KPK
Instagram @jokowi
Presiden Jokowi di unggahan Instagram 7 Agustus 2019 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah setuju terhadap sebagian pasal yang akan direvisi dalam Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ada juga yang ditolak. Namun presiden berharap, independensi lembaga antirasuah itu tidak diusik, jangan diganggu.

"Tentu saja ada (pasal) yang setuju, ada yang tidak setuju dalam DIM-nya," kata Jokowi di Jakarta, Rabu (11/9). Namun, Jokowi belum mau merinci pasal mana yang disetujui dan ditolak. DIM tersebut baru diterima Jokowi dari Menkumham pada Rabu pagi ini.

Baca: Nawawi Sebut Kinerja KPK Sempoyongan: Begini Kata Komisioner KPK

Persetujuan itu tertuang dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dari yang telah disusun Kementerian Hukum dan HAM. "Saya akan mempelajari terlebih dulu. Nanti satu per satu kita pelajari, putusin, dan saya sampaikan. Kenapa (pasal) ini iya, kenapa (pasal) ini tidak," kata Jokowi.

Saat ditanya mengenai pasal yang dianggap berpotensi melemahkan KPK seperti pembentukan dewan pengawas dan kewenangan penghentian penyidikan, Jokowi juga tak menjawab dengan tegas. Jokowi hanya menegaskan, ia tidak ingin revisi UU KPK ini membatasi kewenangan dan mengganggu independensi lembaga antirasuah.

"Jangan sampai ada pembatasan-pembatasan yang tidak perlu. Sehingga independensi KPK menjadi terganggu. Intinya ke sana," ujarnya.

Jokowi baru akan memutuskan apakah akan mengirim surat presiden (surpres) ke DPR tanda dimulainya pembahasan revisi UU KPK antara dewan dan pemerintah. "Nanti kalau surpres kita kirim, besok saya sampaikan. Nanti materi-materi apa yang perlu direvisi," ujar Jokowi.

Jokowi juga mengaku akan mempelajari satu per satu setiap pasal dalam draf RUU KPK yang disusun DPR. Bisa saja ada pasal yang disetujui pemerintah. Namun, ada juga pasal yang ditolak.

"Nanti satu per satu kami pelajari, putusin, dan saya sampaikan. Kenapa (pasal) ini iya, kenapa (pasal) ini tidak, karena tentu saja ada yang setuju ada yang tidak setuju dalam DIM-nya," kata dia.

Pernyataan serupa disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut JK, sapaan Jusuf Kalla, pemerintah menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Namun, tidak seluruhnya. Melainkan hanya sebagian.

"Jangan lupa, itu (baru) draf. Sekarang pemerintah (sedang) membikin intinya. Pemerintah hanya menyetujui beberapa hal. Tidak semua disetujui," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (10/9).

Baca: BJ Habibie Berpulang Diiringi Doa dari Keluarga, Anak Cucu Semua Lengkap Menunggu di Rumah Sakit

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved