Indonesia Kontra Malaysia: Pertaruhan Kebanggaan Negara
Timnas Indonesia melakoni laga perdana dengan menjamu Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Timnas Indonesia melakoni laga perdana dengan menjamu Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9). Bukan sekadar laga biasa, tapi banyak pertaruhan di dalamnya termasuk pertaruhan kebanggaan kedua negara.
Pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy bakal menjalani ujian perdana di turnamen resmi FIFA bertajuk kualifikasi Piala Dunia 2020 Zona Asia. Indonesia berada di grup G bersama dengan Malaysia, Thailand, Vietnam dan Uni Emirate Arab.
Baca: Lebih 500 Ribu Tautan Sebar Hoaks Papua: Paling Banyak Menggunakan Twitter
“Sebenarnya, saya tidak berharap lawan Malaysia di laga pertama,” kata Simon McMenemy dalam konferensi pers jelang laga di SUGB, Rabu (4/9).
Simon yang tidak ingin bertemu Malaysia di laga pertama ini bukan karena gentar, Simon justru ingin bertemu dengan tim-tim kuat lainnya di luar Asia Tenggara agar para pemainnya bisa mendapatkan kualitas pertandingan yang bagus.
Meski demikian, menghadapi Malaysia menurutnya memang bukan cuma sekadar laga biasa, tapi banyak pertaruhan di dalamnya; kebanggaan kedua negara.
“Ketika undian, saya harap dapat lawan negara Asia supaya pemain dapat pengalaman. Sekarang lawan malaysia pengalaman mereka tidak banyak, tapi laga nanti menguji mental dan motivasi pemain,” kata Simon.
“Saya berharap pertandingan besok yang sesungguhnya, karena besok tidak hanya memperebutkan poin dan menang-kalah tapi ada pertaruhan kebanggaan negara. Banyak sekali sejarah antara Indonesia-Malaysia,” sambungnya.
Jelang menghadapi laga Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia sudah ditempa dengan beberapa kali pemusatan latihan baik di luar dan dalam negeri.
Tak hanya segi kualitas pemain dan formasi, Simon McMenemy juga menyiapkan pemain agar kuat mental.
“Kami sudah mempersiapkan mental ini lebih dari dua minggu, dan yang terpenting adalah fokus. Mungkin saja nanti ada rasa gugup. Tapi yang paling penting kami sudah siap, kami harus fokus dalam bertahan dan menyerang, fokus hingga 95 menit,” jelasnya.
Baca: Lili Ingin Keterwakilan Perempuan di Komisioner KPK
Di luar pertandingan, Simon meminta agar suporter Indonesia juga bisa membangkitkan mental pemain dengan cara memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Bahkan, ia sempat mengingat keriuahan GBK ketika ia melatih Filipina dan menghadapi Indonesia pada laga semifinal Piala AFF 2010.
Karena menurutnya suara bising suporter di Stadion pastinya selain meningkatkan mental pemain juga bisa memberikan tekanan kepada tim lawan saat bertanding.
“Saya berharap besok suporter Indonesia memenuhi Stadion dan membuat bising. Pastinya kalau Stadion penuh para pemain bisa tampil lebih percaya diri,” kata eks Pelatih Timnas Filipina tersebut.
Sementara itu, kapten Andritany Ardhiyasa menyatakan para pemainnya sudah dalam kondisi siap. Serupa dengan Simon, pemain asal Persija Jakarta itu juga berharap suporter Indonesia bisa memenuhi SUGBK.
“Sebagai seorang pemain persiapan kami sudah cukup bagus, dan kami siap menghadapi laga besok. Untuk saya pribadi, pertandingan besok adalah tujuan utama kami, karena kami sudah persiapan ke Australia hingga Myanmar, untuk laga ini,”
“Besok kami harus mendapatkan hasil yang terbaik, karena ini menyangkut ranking FIFA, dan kans kami ke Piala Dunia. Saya berharap suporter semua bisa memadati GBK, karena bagi kami suporter adalah dorongan serta motivasi besar untuk kami,” harapnya.
Baca: Gagal ke Real Madrid, Eriksen Jadi Incaran Man Unitet, Tottenham Hotspur Tak Mau Berikan Gratis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/persiapan-timnas-indonesia_1.jpg)