Kasus Pembunuhan

Helena Histeris Lihat Rindy Sudah Tak Bernyawa, “Indy, Kemarin Kamu Telepon Ibu”

Korban dan tersangka teman dekat. Namun sesuai pengakuan tersangka, dia marah kepada korban karena diduga korban mengganggu pacarnya.

Helena Histeris Lihat Rindy Sudah Tak Bernyawa, “Indy, Kemarin Kamu Telepon Ibu”
tribun manado/alex taroreh
Kronologis pembunuhan terhadap Rindy Rondonuwu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tangis histeris pecah di ruang jenazah RS Bhayangkara Manado, Karombasan, saat jenazah Rindy Rondonuwu dibawa keluar untuk dibawa keluarganya, Sabtu (31/8/2019).

Lelaki 21 tahun warga Desa Ranomea, Kecamatan Amurang Timur, Minahasa Selatan, tersebut menjadi korban pembunuhan di depan satu hotel di kawasan Megamas, Wenang, Manado, Jumat (30/8/2019) sekitar pukul 22.00 Wita.

AK alias Utus (22), warga Kelurahan Teling Lingkungan I, Kecamatan Wanea, Manado, telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Indy, kemarin kamu telpon ibu, kamu bilang pakaian kamu sudah dua hari tidak diganti, ibu menyuruh kamu untuk ganti pakaian, tapi kenapa jadi begini," teriak Helena Pangi, ibu korban yang baru tiba dari Halmahera.

Kata Helena, ia dan suaminya tinggal di Tobelo, Halmahera, untuk mencari nafkah.

"Tiap hari Indy menelpon saya, bahkan kadang dia video call ke saya. Dia selalu bercanda dengan saya lewat cideo call," katanya.

Lanjutnya, terakhir Rindy menelponnya pada Jumat (30/8/2019) sore sampai malam hari.

"Indy kalau video call sama saya itu paling cepat dua jam. Kadang dia mengatakan kalau rindu dengan kami," bebernya sambil meneteskan air mata.

Helena mengetahui anaknya meninggal setelah mendapat informasi lewat telepon.

"Setelah ditelepon saya juga melihat kondisi anak saya di Facebook, kenapa ini harus terjadi Indy," sesal ibu korban.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved