Breaking News
Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prabowo Siap Serahkan Lahan Ibu Kota Baru

Politikus Partai Gerindra membenarkan kepemilikan lahan keluarga Prabowo Subianto di lokasi ibu kota

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Kolase Tribun Manado/Foto dari berbagai sumber
Prabowo Subianto Senada dengan Presiden Jokowi Soal Kepindahan Ibu Kota RI 

Sebelumnya mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dalam laman pribadinya Disway.id menyebut terdapat lahan milik Prabowo Subianto di kabupaten yang menjadi ibu kota baru Indonesia.

Menurut Dahlan ketika masih hutan belantara lahan di Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara itu dikuasai oleh perusahaan asing ITCI (International Timber Corporation Indonesia), yang berpusat di Oregon, Amerika Serikat.

Perusahaan tersebut memiliki hak penebangan hutan yang kayu-kayunya diekspor ke luar negeri. Kini lahan tersebut tidak dikuasai ITCI lagi, melainkan oleh Prabowo Subianto.

"Tentu sudah tidak ada lagi hutan itu di sana. Juga tidak ada lagi ITCI. Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto," ujar Dahlan seperti dikutip Selasa (27/8).

Jaringan Advokasi Tambang atau Jatam Nasional mencatat industri tambang dan perkebunan menguasai mayoritas kawasan Kalimantan Timur. Menurut Koordinator Jatam Merah Johansyah oligarki daratan Kalimantan Timur seluas 12,7 juta hektare dikuasai konsesi tambang sebesar 43 persen dan perkebunan 29 persen.

Merah mengatakan terdapat 1.190 izin usaha pertambangan yang berada di dua kabupaten pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dari total izin yang diterbitkan pemerintah Kalimantan Timur sebanyak 625 izin berada di Kutai Kartanegara.

Izin tambang itu berada di Kecamatan Samboja dan Bukit Soeharto yang digadang-gadang menjadi calon wilayah ibu kota baru. Merah menerangkan Singlurus Pratama merupakan pemegang Perjanjian Karya Pertambangan Batu Bara (PKP2B) seluas 24.760 hektare.

"PT Singlurus Pratama sebagai perusahaan tambang terbesar di Samboja akan sangat diuntungkan," jelas Merah.

Sama seperti di Kutai Kartanegara, Merah mengatakan kawasan Penajam turut jadi bagian ibu kota yang merupakan lokasi konsesi PT ITCI Hutani Manunggal IKU dan PT ITCI Kartika Utama. Perusahaan hutan tanaman industri (HTI) dan hak pengusahaan hutan (HPH) milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo.
"Lokasinya berada di Kecamatan Sepaku Penajam," ungkap Merah.

Bukan Milik Prabowo, Hashim dan Luhut

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil membantah lahan lokasi ibu kota baru negara dikuasai oleh Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, serta Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Ia menyebut terdapat hutan tanaman industri yang menjadi bagian dari daerah ibu kota baru, namun HTI tersebut bukan milik mereka.

"Sepanjang yang saya tahu tidak ada yang disebutkan nama tersebut (Hashim dan Luhut), bahwa ada HTI yang akan kena, itu iya, tapi bukan milik yang disebutkan tadi," kata Sofyan di Aula PTSL Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (27/8).

Lebih lanjut, Sofyan mengatakan pemerintah belum bisa menyebutkan lokasi detail dari ibu kota negara baru yang berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Kini pihaknya tengah melakukan inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (IP4T) di lokasi ibu kota baru.

"Tapi kita belum bisa umumkan. Detailnya masih kita verifikasi. Sekarang tim kita di lapangan sedang melakukan IP4T. Kalau IP4T sudah selesai kita akan tahu, dari indikasi awal IP4T itu lebih dari 90 persen adalah tanah negara," jelasnya.

Sofyan juga memastikan jika nantinya harus ada pembebasan lahan yang akan dipakai untuk lokasi ibu kota baru maka hal tersebut akan diselesaikan secara baik. "Saya pikir, tanah itu relatif baik, tidak terlalu rumit karena banyaknya tanah negara, tapi sepengatahuan saya sampai sekarang tidak ada nama-nama itu," pungkasnya.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved