Renungan Harian

Renungan : Perilaku Ganjil Keturunan Samuel

Kita mungkin tak asing dengan peribahasa "buah jatuh tak jauh dari pohonnya".

Renungan : Perilaku Ganjil Keturunan Samuel
TRIBUN MANADO/FERDINAND RANTI
Pdt Nico Gara 

Renungan oleh :
Pendeta Nico Gara
Mantan Sekkum Sinode GMIM

Bacaan : 1 Samuel 8:1-9
Setahun: Yeremia 41-44
Nats: Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. (1 Samuel 8:3)

Kita mungkin tak asing dengan peribahasa "buah jatuh tak jauh dari pohonnya", yang berarti sifat seorang anak biasanya tak jauh dari sifat orang tuanya.

Kondisi yang tampaknya benar, jika kita melihat fakta kehidupan di sekitar kita.

Namun, kondisi akan berbeda jika berbicara mengenai perilaku, rasa takut akan Allah, atau respons terhadap kebenaran firman-Nya.

Kehidupan rohani, pengenalan dan takut akan Allah, dan ketaatan seseorang kepada Allah, tak otomatis akan dimiliki pula oleh generasi penerusnya.

Itulah yang terjadi pada garis keturunan Samuel!

Alkitab jelas mencatat bahwa anak-anak Samuel tidak hidup seperti ayahnya, bahkan bertolak belakang dengan sangat jelas.

Mereka suka mengejar laba, menerima suap, hingga memutarbalikkan keadilan.

Perilaku "ganjil" dari kedua anak Samuel itu menyebabkan bangsa Israel, diwakili oleh tua-tua Israel, tak sudi menjadikan mereka sebagai pemimpin.

Halaman
12
Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved