NEWS
Ini Tanggapan Wali Kota Terkait Mayat Bocah Digendong, Curhatan Ibunya Bikin Sedih
Masih menyisakan duka kepergian seorang anak yang meninggal karena tenggelam di sungai.Keluarga masih merasakan sedih yang mendalam.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih menyisakan duka kepergian seorang anak yang meninggal karena tenggelam di sungai.
Keluarga masih merasakan sedih yang mendalam.
Ditambah lagi ditolak puskesmas saat dimintai ambulans untuk membawa jenazah anak tersebut.
Raut wajah Maysaroh muram saat berada di kediamannya RT 03 / RW 05 Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Minggu (25/8/2019).
Maysaroh adalah ibu dari seorang bocah bernama Husein, yang tenggelam di Sungai Cisadane, Kota Tangerang.
Bocah berusia 8 tahun itu tewas tenggelam di Sungai Cisadane pada Jumat (23/8/2019) kemarin.
Maysaroh kini hanya dapat melihat wajah buah hatinya ini lewat foto yang disimpan olehnya.
Baca: Pedagang Kaget Ada Ceceran Darah, Lapor Polisi, SAR Pun Turun, Ternyata Ada Ini Dalam Sumur
Baca: Tak Hanya Empat Tengkorak, Kerangka Potongan Tubuh Lain Juga Ditemukan di Belakang Rumah Warga
Baca: Kenalan di Facebook, Pasangan Selingkuh Ini Pun Bertemu, Jam 10 Malam Pulang ke Rumah Wanita
Facebook Tribun Manado :
Baca: Sakit Tenggorokan, Ini Makanan dan Minuman Yang Patut Dihindari, Berikut Cara Mengurangi Sakitnya
Baca: Prakiraan Cuaca BMKG Untuk Senin 26 Agustus 2019 di 33 Kota, Surabaya Cerah Sepanjang Hari
Baca: Anak Buah Kapal Motor Berkelahi di Tengah Laut, Setelah Itu Terjadi Pembantaian, Ada Yang Hilang
Instagram Tribun Manado :
Duka pun semakin berkecamuk dalam diri Maysaroh mengingat kepergian Husein.
Setelah anaknya itu meninggal, keluarga korban ditolak mendapatkan pelayanan di Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang.
Paman korban bernama Supriyadi meminta pelayanan ambulans di Puskesmas tersebut untuk membawa ke rumah duka.
Namun permintaan itu ditolak oleh pihak Puskesmas Cikokol lantaran terbentur standar operasional prosedur (SOP) yang diberlakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang.
"Kami sangat kehilangan, ditambah lagi dengan adanya kejadian itu," ujar Maysaroh bernada lirih.
Perempuan yang mengenakan jilbab biru muda itu pun semakin tak kuasa menahan pedih.
Saat jenazah Husein hanya dibalut sehelai kain dan dibawa berjalan kaki dengan pamannya ini.
"Kok ada ya yang tega seperti itu. Keluarga pada kecewa, harusnya ambulans melayani dalam keadaan seperti ini," ucapnya tampak sendu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/maysaroh-ibu-dari-husein-yang-tenggelam-di-sungai-cisadane-26326.jpg)