Kasus Pencabulan

Cabuli Rekan Separtai, Oknum Anggota DPRD Terpilih Dilaporkan ke Kepolisan, Ini Kronologinya

Anggota terpilih DPRD Pringsewu berinisial IN dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan pencabulan.

Cabuli Rekan Separtai, Oknum Anggota DPRD Terpilih Dilaporkan ke Kepolisan, Ini Kronologinya
kompas.com
Ilustrasi Percabulan 

TRIBUNMANAD.CO.ID - Kasus pencabulan diduga dilakukan oleh Anggota terpilih DPRD Pringsewu. 

Pelapor adalah IK, rekan separtai IN, yang melaporkan kasus ini ke Kepolisian.

Namun, Gindha Ansori Wayka, kuasa hukum IN, menilai ada yang janggal dalam laporan tersebut.

Menurut Gindha, pencabulan yang dilaporkan oleh IK terjadi pada Maret 2019 lalu.

"Klien kami tidak merasa melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan dan kejadiannya aneh. Karena menurut pelapor, (dugaan pencabulan) sudah terjadi beberapa bulan lalu tetapi baru dilaporkan sekarang," ungkap Gindha, Minggu (18/8/2019).

Menurut Gindha, laporan tersebut diduga hanya upaya untuk merusak citra IN dan nama baik partainya.

"Jangan sampai nanti kondisinya berbalik dan menyusahkan pelapor dan keluarganya karena laporannya tidak terbukti," kata Gindha.

Baca: Icardi Tak Menentu, Juventus Pindah Lirikan ke Dembele

Baca: Berikut 5 Alasan Mengapa Aktivis 98 Layak Masuk di Kabinet Jokowi

Baca: INFO Buat Moms, Bila Kandungan Normal Olahraga Kardio Aman Untuk Ibu Hamil

Di sisi lain, kata Gindha, ada indikasi upaya pemerasan terhadap kliennya.

Terkait dugaan pemerasan, pihaknya sedang mengumpulkan bukti dan saksi.

"Diduga orangtuanya IK, yakni PR, pernah mengutus beberapa orang dengan surat kuasa tanggal 27 Mei 2019, dengan meminta sejumlah uang kepada klien kami sebesar Rp 500 juta dan minimal Rp 300 juta," beber Gindha.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved