Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Kesehatan

Heboh Bajakah sebagai Obat Kanker, Ini Tanggapan Para Pakar

Setelah tanaman bajakah yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit kanker ramai diperbincangkan khalayak beberapa waktu lalu

Editor: Aldi Ponge
Kolase Tribun Manado/Foto dari berbagai sumber
Kisah Aiman Diserbu Ribuan Pertanyaan Usai Menelusuri Bajakah yang Dipercaya Jadi Obat Kanker 

Dilansir dari situs resmi Cancer Researches UK, 13 Februari 2019 lalu, terdapat lima fase uji klinis obat untuk penyakit kanker pada manusia.

Fase 0
Uji coba dilakukan ke partisipan dalam skala kecil, sekitar 10-20 orang dengan berbagai tipe kanker.

Pada fase ini, calon obat diberikan dalam dosis rendah guna mengecek tingkat bahaya obat.

Fase 1
Jumlah sampel yang diberi perlakukan masih dalam skala kecil, tapi lebih banyak dibandingkan fase sebelumnya, yaitu 20-50 orang dengan banyak tipe kanker.

Fase ini bertujuan menemukan efek samping dan reaksi obat dalam tubuh.

Fase 2
Jumlah partisipan dalam skala sedang, dengan total puluhan orang hingga lebih dari 100 orang.

Uji klinis fase ini dilakukan untuk satu atau dua tipe kanker, terkadang bisa lebih.

Tujuan dari fase ini yaitu menemukan efek samping dan keefektifan terapi bekerja.

Fase 3
Fase ini melibatkan ratusan hingga ribuan orang, di mana hanya ada satu tipe kanker, atau bisa lebih.

Tujuannya, membandingkan terapi terbaru dengan terapi standar yang biasanya dilakukan.

Fase 4
Partisipan pada fase ini berukuran medium atau besar, dengan satu tipe kanker atau bisa lebih.

Fase empat mempunyai tujuan untuk manfaat jangka panjang dan efek samping dari terapi yang baru.

3. Tindak lanjut
Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof Dr Enny Sudarmonowati mengatakan, harus ada tindak lanjut pemerintah setempat terhadap tanaman bajakah ini.

Memastikan jumlah populasi tanaman ini di habitatnya menjadi salah satu hal penting yang harus segera dilakukan.

Hal itu dilakukan lantaran tidak diketahui secara persis jumlah populasinya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved