Berita Kesehatan
Heboh Bajakah sebagai Obat Kanker, Ini Tanggapan Para Pakar
Setelah tanaman bajakah yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit kanker ramai diperbincangkan khalayak beberapa waktu lalu
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penemuan tumbuhan bajakah bisa menyembuhkan total penyakit kanker menjadi viral seminggu terakhir.
Di berbagai media sosial banyak orang-orang mengambil celah atas pemberitaan tersebut. Sehingga kontroversi pun mulai muncul.
Berbagai platform sosial media dan televisi, ditemukan penjualan batang yang diklaim merupakan tanaman bajakah.
Harga yang ditawarkan pun beragam, tentunya dalam rentang ratusan ribu.
1. Bajakah bukan spesies tanaman
Kepala Balitbang Kementerian Kesehatan Siswanto menjelaskan, bajakah dalam bahasa dayak mempunyai arti akar-akaran. Sehingga, bajakah bukan nama spesies tanaman.
Siswanto menjelaskan, bajakah secara indigeneous digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pengobatan secara tradisional.
Tanaman bajakah sendiri ditemukan di hutan Kalimantan Tengah.
Bagian batang pohon ini yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit kanker, di mana batang dikeringkan, ditumbuk, dan direbus.
Siswa SMAN Palangkaraya memang telah melakukan penelitian dengan menguji coba di laboratorium.
Hasilnya, sejumlah zat seperti tannin, flavonoid, dan senyawa fitokimia terkandung pada tanaman bajakah.
2. Fase
Pengujian tanaman bajakah dengan media mencit atau tikus telah dilakukan.
Kendati demikian, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof Dr dr Aru Sudoyo menuturkan, klaim tanaman ini dapat menyembuhkan kanker harus dilakukan uji lanjut, bukan hanya sekadar uji coba terhadap tikus.
"Karena uji coba terhadap tikus dan manusia itu berbeda," kata Aru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kisah-aiman-diserbu-ribuan-pertanyaan-usai-menelusuri-bajakah.jpg)