Alzheimer
Alzheimer hanya Menyerang Orang Tua? Ketahui Lima Mitos Penyakit Ini
Padahal, pendapat ini belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya. Ya, banyak mitos tentang alzheimer.
4. Ada pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit alzheimer
”Saat ini, tidak ada cara untuk menghentikan atau memperlambat penyakit alzheimer,” kata Heather M. Snyder, PhD, dari The Alzheimer's Association.
Hingga kini, pengobatan dengan mengonsumsi suplemen, melakukan diet, atau pola hidup tertentu yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit alzheimer, masih tidak terbukti.
Obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati gejala penyakit alzheimer, hanya akan membantu pikiran, ingatan, keterampilan bahasa, dan beberapa masalah perilaku, bukan menyembuhkan penyakt ini.
5. Alzheimer disebabkan oleh aluminium, suntikan flu, tambalan gigi perak, atau aspartam
Anggapan-anggapan umum seperti memasak dengan panci alumunium atau meminum minuman kaleng dapat menyebabkan penyakit alzheimer hanyalah mitos semata.
Hingga kini, tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim itu.
Selain itu, anggapan bahwa aspartam atau pemanis buatan dan tambalan gigi dari perak dapat menyebabkan munculnya penyakit alzheimer pada seseorang, juga tak bisa dipercayai kebenarannya.
Adapun keyakinan keliru lainnya adalah bahwa suntikan flu dapat menyebabkan alzheimer.
Penelitian justru menunjukkan bahwa, vaksinisasi atau suntikan dapat menurunkan risiko menderita penyakit alzheimer dan dapat meningkatkan kesehatan tubuh.
Para ahli masih tidak mengetahui hal apa yang dapat menyebabkan penyakit ini.
Kemungkinan penyakit alzheimer ini disebabkan oleh beberapa faktor yang terkait dengan gen, lingkungan, dan gaya hidup.
Beberapa penelitian lainnya menunjukkan bahwa alzheimer mungkin berkaitan dengan kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Intinya, banyak penelitian yang sedang dan telah dilakukan, namun belum ada hasil yang jelas tentang penyebab penyakit alzheimer ini.
Meskipun demikian, peneliti mempercayai beberapa gaya hidup, seperti diet sehat, berolahraga, bersosialisasi, dan melakukan hal-hal yang menantang kemampuan berpikir dapat menurunkan risiko penyakit alzheimer ini. (*)