Perbuatan Tidak Senonoh
Oknum Guru Pria Melakukan Perbuatan Memalukan, Menjebak dan Minta Siswa Laki-Laki Melayaninya
Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) diduga mendapat perlakuan tidak senonoh dari gurunya.Guru tersebut seorang pria.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) diduga mendapat perlakuan tidak senonoh dari gurunya.
Guru tersebut seorang pria.
Dia melakukan hal tersebut kepada siswa laki-laki.
Guru pria yang dimaksud bekerja di salah satu SMA di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Guru tersebut mengikat murid laki-laki kemudian melakukan tindakan tidak senonoh hingga melayani kebutuhan seks menyimpang guru tersebut.
Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Ery Syahrial mengatakan, pihaknya saat ini tengah menangani kasus tersebut.
"Ini perbuatan memalukan yang tidak pantas untuk ditiru," kata Ery melalui sambungan telepon, Sabtu (10/8/2019).
Baca: Mandi Sebelum Salat Idul Adha, Ini Tata Cara dan Niatnya
Baca: Daftar Makanan Yang Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol, Ada Apel Anggur Stroberi, dan Jeruk
Baca: Cewek Pengertian dan Tak Banyak Menuntut, Ini Zodiaknya
Facebook Tribun Manado :
Baca: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Pertama Kalinya Jadi Pengurus Partai, Megawati Sempat Heran
Baca: Bambang Wuryanto Akan Tinggalkan Jabatan Ketua DPD Jawa Tengah, Tapi Tetap Siap Menangkan PDIP
Baca: IDUL Adha Minggu 11 Agustus 2019, Ini Tata Cara dan Niat Melaksanakan Salat Iduladha
Instagram Tribun Manado :
Diceritakan Ery, kejadian ini berawal saat guru itu menyukai siswa yang menjadi korban.
Namun, murid tersebut sama sekali tidak merespons. Akhirnya, oknum guru itu menjebak murid itu.
Murid tersebut kemudian dipaksa menunjukkan kemaluan dan onani di hadapan guru itu.
"Kalau dilihat dari kronologinya, guru ini diduga LGBT," kata Ery.
Tidak sampai di situ, adegan itu kemudian direkam sang guru. Di dalam rekaman terdengar bahwa guru itu memaksa korban untuk melayaninya.
Parahnya lagi, rekaman itu sekarang sudah tersebar luas.
Kasus ini sudah dilaporkan pihak orangtua korban ke Polres Tanjungpinang. Namun, terduga pelaku sampai saat ini belum diamankan.
"Mudah-mudahan cepat ditangani polisi agar tidak jatuh korban lagi," ungkap Ery.