Khitan Massal
Tak Biasanya, Puluhan Orang Dewasa Ikut Khitan Massal, Ini Pengakuan Mereka
Kampus ini melaksanakan khitan massal yang tak biasa.Pelaksanaan khitan biasanya diikuti oleh banyak anak-anak
"Nanti usai dikhitan, mereka saya sarankan pakai celana dalam dua (dobel). Ini agar penis ke atas," kata dia. Jika ke bawah maka di Jawa ada sebutan gondangen. Usai dikhitan, mahasiswa dibawa ke ruang observasi. Di ruang itu, mereka bisa sambil merasakan aromaterapi untuk menghilangkan rasa sakit.
Aromaterapi ini bisa dilanjutkan lagi saat di rumah. Setelah khitan, mereka harus istirahat selama lima hari. Kebetulan saat ini mahasiswa sedang libur kuliah sehingga pasca khitan tidak mengganggu jadwal kuliah. Untuk melaksanakan khitan ini, Ninit dibantu Munadi.
Keduanya sama-sama pernah bertugas di ruang operasi RSSA Kota Malang selama 15 tahun. Untuk metode khitannya, Ninit menyatakan menggabungkan antara laser dan jahit.
"Tidak ada yang menangis. Takut iya karena kan baru usia di atas 20 tahun baru khitan. Karena rasanya dikhitan seperti digigit nyamuk," paparnya. Ia mengapresiasi mahasiswa yang mau khitan karena peduli dengan kesehatannya. Memang berbeda rasanya mengkhitan anak-anak dan dewasa karena kondisi kulitnya berbeda. Sylvianita Widyawati
Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul GALERI FOTO - Mengintip Proses Sunat Para Mahasiswa Unitri Malang, Ada yang Takut dan Malu
Channel Youtube Tribun Manado :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dokter-mengkhitan-mahasiswa-325.jpg)