Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Modal Bank Lokal Masih Tebal: Simak Laporannya

Rasio kecukupan modal perbankan alias capital adequacy ratio (CAR) perbankan Tanah Air masih sangat tebal. Otoritas Jasa Keuangan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan.co.id
Ilustrasi politik uang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rasio kecukupan modal perbankan alias capital adequacy ratio (CAR) perbankan Tanah Air masih sangat tebal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, per Juni 2019 posisi CAR ada di level 23,18% meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 21,91%.

Bila dibandingkan  rasio CAR negara tetangga, Indonesia merupakan jawara. Semisal CAR Malaysia cuma 18%, Filipina di level 14,94% dan Tiongkok berada di angka  14,18% per Maret 2019 lalu. (lihat tabel).

Baca: Premi Restrukturisasi Himpun Rp 271 Triliun

Salah satu bank pelat merah yakni Bank BNI misalnya, pada semester I 2019 mencatatkan CAR di level 18,7% meningkat 1,2% dari periode sama tahun sebelumnya. Direktur Keuangan Bank BNI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, BNI sejak awal tahun berupaya untuk menjaga CAR minimal 18%.

Namun, pada akhir tahun posisi tersebut bakal ditingkatkan kembali ke level 19% sebagai antisipasi regulasi yang akan diberlakukan, semisal Pedoman Standar Akuntansi Keuangan PSAK 71. "Penjagaan CAR di kisaran 18%–19% mengindikasikan langkah kehati-hatian kami dalam menyikapi berbagai kemungkinan dan dinamika lingkungan bisnis," ujarnya, Selasa (30/7).

Tak mempunyai upaya khusus seperti aksi korporasi, bank berlogo angka 46 ini hanya akan memanfaatkan laba bersih secara organik. "Tecermin dari besaran dividen payout ratio yang berkisar 25%–30%," imbuhnya.

Bank Tabungan Negara (BTN) juga berniat menjaga CAR di atas 18%. Menurut Direktur Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso, walaupun CAR masih tebal, BTN tidak mengandalkan modal untuk ekspansi kredit. "Kami masih bertumpu dari pemupukan dana pihak ketiga (DPK) dan funding lainnya (wholesale funding dan bilateral loan)," ujar Mahelan.

Baca: Olly Timbang 12 Kursi Ketua DPRD

Meski begitu, dalam rangka penguatan permodalan, BTN berencana menerbitkan obligasi subordinasi sebesar
Rp 3 triliun untuk menjaga CAR guna mengantisipasi dampak dari implementasi PSAK 71 di awal tahun 2020. CAR BTN di kuartal II 2019 tercatat 16,99%, menurun dari tahun sebelumnya 17,42%.

Perbandingan CAR

 
CAR

 
Periode

 
Indonesia

 
23,18%

 
Juni 2019

 
Malaysia

 
18,00%

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved