Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Modal Bank Lokal Masih Tebal: Simak Laporannya

Rasio kecukupan modal perbankan alias capital adequacy ratio (CAR) perbankan Tanah Air masih sangat tebal. Otoritas Jasa Keuangan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan.co.id
Ilustrasi politik uang 

Di level anak usaha, kinerja INDF terbantu oleh performa PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Perusahaan ini mencatat kenaikan penjualan hingga 13,7% menjadi Rp 22,13 triliun.

Pertumbuhan laba bersih produsen Indomie ini juga terbilang dahsyat. Kenaikannya mencapai 12,4% menjadi Rp 2,57 triliun.

Analis BNI Sekuritas William Siregar menilai, hasil kinerja INDF tak lepas dari komposisi portofolio bisnis anak usaha. Kontribusi bisnis segmen perkebunan hanya 19%-20% terhadap keuangan konsolidasi. "Sehingga, meski turun, ada anak usaha lain seperti ICBP yang kontribusinya lebih besar dan mengalami pertumbuhan,” kata William, Rabu (31/7).

William mengambil sikap bullish terhadap INDF. Sebab, daya beli, inflasi dan kurs rupiah masih stabil. Hal ini bisa menjaga konsumsi dan mendorong penjualan INDF. "Saya lihat, emiten lain kinerjanya cukup datar, tapi tidak dengan keduanya," sebut dia.

William masih mempertahankan rekomendasi buy bagi saham INDF dan ICBP. Target harga keduanya masing-masing di Rp 8.000 dan Rp 10.950 per saham. (Akhmad S. Sadewa/Sanny CS/Aloysius Brama Adintyo/Marshall Sautlan)

 

     

Kinerja Keuangan Indofood Sukses Makmur

Semester Pertama

 
Chg.

 
2019

 
2018

 
Penjualan bersih

 
Rp 38,61 triliun

 
Rp 35,99 triliun

 
7%

 
Beban pokok

 
Rp 27,25 triliun

 
Rp 25,83 triliun

 
5%

 
Laba kotor

 
Rp 11,36 triliun

 
Rp 10,17 triliun

 
12%

 
Laba usaha

 
Rp 4,791 triliun

 
Rp 4,54 triliun

 
5%

 
Laba bersih

 
Rp 2,54 triliun

 
Rp 1,96 triliun

 
30%

 
Sumber: laporan keuangan

Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved