Modal Bank Lokal Masih Tebal: Simak Laporannya
Rasio kecukupan modal perbankan alias capital adequacy ratio (CAR) perbankan Tanah Air masih sangat tebal. Otoritas Jasa Keuangan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Di level anak usaha, kinerja INDF terbantu oleh performa PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Perusahaan ini mencatat kenaikan penjualan hingga 13,7% menjadi Rp 22,13 triliun.
Pertumbuhan laba bersih produsen Indomie ini juga terbilang dahsyat. Kenaikannya mencapai 12,4% menjadi Rp 2,57 triliun.
Analis BNI Sekuritas William Siregar menilai, hasil kinerja INDF tak lepas dari komposisi portofolio bisnis anak usaha. Kontribusi bisnis segmen perkebunan hanya 19%-20% terhadap keuangan konsolidasi. "Sehingga, meski turun, ada anak usaha lain seperti ICBP yang kontribusinya lebih besar dan mengalami pertumbuhan,” kata William, Rabu (31/7).
William mengambil sikap bullish terhadap INDF. Sebab, daya beli, inflasi dan kurs rupiah masih stabil. Hal ini bisa menjaga konsumsi dan mendorong penjualan INDF. "Saya lihat, emiten lain kinerjanya cukup datar, tapi tidak dengan keduanya," sebut dia.
William masih mempertahankan rekomendasi buy bagi saham INDF dan ICBP. Target harga keduanya masing-masing di Rp 8.000 dan Rp 10.950 per saham. (Akhmad S. Sadewa/Sanny CS/Aloysius Brama Adintyo/Marshall Sautlan)
Kinerja Keuangan Indofood Sukses Makmur
Semester Pertama
Chg.
2019
2018
Penjualan bersih
Rp 38,61 triliun
Rp 35,99 triliun
7%
Beban pokok
Rp 27,25 triliun
Rp 25,83 triliun
5%
Laba kotor
Rp 11,36 triliun
Rp 10,17 triliun
12%
Laba usaha
Rp 4,791 triliun
Rp 4,54 triliun
5%
Laba bersih
Rp 2,54 triliun
Rp 1,96 triliun
30%
Sumber: laporan keuangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rupiah_6.jpg)