Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa 7,4 SR Guncang Banten: Pengunjung Mal Berhamburan, Operasional MRT Sempat Terhenti

Sejumlah pengunjung mal Botani Square di Bogor, Jawa Barat berhamburan ke luar gedung karena merasakan gempa

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Karyawan berada diluar gedung perkantoran sesaat setelah terjadi gempa di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (2/8/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut memiliki Magnitudo 7,4 dan berpusat di wilayah barat daya Sumur, Banten. 

Hal senada juga dikatakan oleh Dewi warga Depok, juga sempat kaget karena adanya gempa. "Goyangannya terasa cukup lama sehingga membuat saya dan keluarga panik," jelasnya.

Di luar rumah sudah berkumpul sejumlah warga, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadinya gempa susulan. "Semoga tak ada gempa susulan yang membahayakan," harapnya.

Laode Kira Ada yang Lompat-lompat

Gempa bumi bermagnitudo 7,4 skala Richter yang mengguncang Provinsi Banten, Jumat (2/8) malam terasa di sejumlah wilayah seperti Jakarta. Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta satu di antaranya.

Pada pukul 19.15 WIB, para pegawai KPK berhamburan dari gedung. Di antara kerumunan pegawai KPK yang berhamburan, nampak Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif. Laode dan pegawai KPK lainnya berlari menuju halaman Gedung Merah Putih.

Laode bercerita saat terjadi gempa ia sedang berada di lantai 15 dan sedang menulis surat referensi untuk pegawai KPK yang sedang mengajukan beasiswa S3. Laode, yang mendaftar calon pimpinan KPK periode 2019-2023, merasa heran karena kursi yang sedang ia duduki bergoyang.

"Agak lama (durasi gempa), agak lebih lah karena saya pikir kursi saya kan bisa berputar-putar. Saya pikir ini mungkin bagian dari orang lompat-lompat atau apa. Ternyata saya tanya gempa. Katanya, 'Ya Pak, gempa.' Ya sudah saya ajak mereka turun," ucap Laode di halaman depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (2/8) malam.

Saat terjadi gempa Laode tidak merasa panik. Dia justru langsung mengajak beberapa staf yang berada satu ruangan dengannya untuk segera turun. "Saya ajak turun lewat tangga darurat. Sekaligus saya minta petugas untuk bunyikan alarm. Alarm tadi dibunyikan," tuturnya.

Laode menyebut ketika gempa terjadi masih terdapat ratusan pegawai KPK yang belum pulang. Dia bakal berkoordinasi dengan petugas keamanan terlebih dahulu soal pegawai akan dipulangkan atau tidak.

"Kalau sudah aman, nanti saya arahkan pulang saja dulu, tapi kalau saya masih mau menulis surat referensi tadi," ujar Laode.
Terakhir, Laode mengatakan, tidak ada korban dari kejadian gempa ini. "Tidak ada. Alhmadulillah 80 persen pegawai KPK sudah pulang jadi di tangga tidak terlalu penuh," katanya. (Tribun Network/ham/antara)

 

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved