News

Ahok Terima Penghargaan Roosseno Award IX-2019 yang Pernah Diterima Presiden Ke-3 BJ Habibie

Penghargaan itu diberikan kepada tokoh Indonesia yang dinilai memiliki etos kerja dan integritas tinggi.

Ahok Terima Penghargaan Roosseno Award IX-2019 yang Pernah Diterima Presiden Ke-3 BJ Habibie
(KOMPAS.com/VERRYANA NOVITA NINGRUM)
Ahok saat terima piagam penghargaan Roosseno Award pada Senin (22/07/2019) 

Turun dari mobil, sebelum memasuki lamin, Ahok dan Puput disambut oleh Tetua Adat Dayak yang melakukan ritual penyambutan dengan menggunakan bahasa Dayak.

Kita ucapkan terima kasih kepada bapak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beserta keluarga yang mengunjungi kami, begitu juga kita keluarga masyarakat Dayak di sini mendapat berkah yang Maha Kuasa.

Selanjutnya, diiringi dengan musik Dayak, Ahok dan Puput Nastiti memasuki Lamin sembari menyalami warga yang telah berjejer hingga ke pintu lamin (sebutan untuk rumah adat).

Sejumlah warga juga tampak tak sabar untuk mengajak Ahok dan Puput selfie.

Ahok dan Puput Nasiti pun meladeni permintaan selfie dengan sabar.

Di Desa Pampang ini, Ahok sempat menyampaikan sedikit kata sambutan yang mengingatkan pentingnya keberadaan Desa Wisata seperti Pampang ini.

Lihat video kunjungan Ahok dan Puput Nastiti di Samarinda berikut ini:

Ahok dan Puput Nastiti juga sempat ikut menari Dayak.

Ahok mengenakan topi khas Dayak, sementara Puput Nastiti selain memakai topi khas Dayak juga mengenakan kalung Dayak.

Ahok dan Puput Nastiti ikut berputar di antara para penari.

Selanjutnya, Sabtu (13/7/2019) Ahok dan Puput Nastiti menghadiri acara Dialog Masyarakat Dayak Kalimantan Timur di Mesra Hotel and Convention Centre.

Dalam kesempatan tersebut, Ahok dan Puput Nastiti mendapat nama kehormatan dari masyarakat Dayak Kalimantan Timur.

Nama kehormatan ini langsung diberikan Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur, Edy Gunawan Areq Lung.

Edy Gunawan juga mengikatkan Mandau, senjata khas etnis Dayak di pinggang Ahok.

Setelah itu, Ahok juga diberikan topi bulu khas Dayak.

Puput Nastiti yang mengenakan gaun terusan biru keunguan dengan motif bunga-bunga dengan selendang warna senada juga menerima atribut yang sama.

Baca: Honda ADV150 Versi Modifikasi, Tampil Kece dengan Konsep Urban Street

Baca: Mau Terlihat Lebih Maco dengan Brewokan? Ini 7 Makanan yang Dapat Membantu Menumbuhkan Janggut

Baca: Anak Anda Belum Lancar Bicara? Ini Terapi Simpel & Mudah untuk Atasi Telat bicara, Lihat Videonya

SUBCRIBE TRIBUN MANADO TV

Ahok mendapat nama Asang Lalung sementara Puput Nastiti mendapat nama Idang Bulan.

Menurut Edy Gunawan, Asang Lalung berarti seorang pemimpin yang berani, jujur, dan dapat mengayomi rakyatnya.

Sementara nama Idang Bulan untuk Puput Nastiti diambil dari nama tengah dan akhir nama Ahok yakni Tjahaja Purnama.

Idang Bulan berarti cahaya bulan purnama.

"Menjadi penerangan, penolong dalam kegelapan, dan menjadi penguat dalam doa," katanya.

Pemilihan nama kehormatan ini menurut Edy Gunawan tidak serta merta melainkan melalui proses.

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok didampingi Puput Nastiti Devi diberi nama kehormatan oleh warga Dayak Kalimantan Timur.
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok didampingi Puput Nastiti Devi diberi nama kehormatan oleh warga Dayak Kalimantan Timur. (TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO)

Puput Nastiti yang mengenakan gaun terusan biru keunguan dengan motif bunga-bunga dengan selendang warna senada juga menerima atribut yang sama.

Ahok mendapat nama Asang Lalung sementara Puput Nastiti mendapat nama Idang Bulan.

Menurut Edy Gunawan, Asang Lalung berarti seorang pemimpin yang berani, jujur, dan dapat mengayomi rakyatnya.

Sementara nama Idang Bulan untuk Puput Nastiti diambil dari nama tengah dan akhir nama Ahok yakni Tjahaja Purnama.

Idang Bulan berarti cahaya bulan purnama.

"Menjadi penerangan, penolong dalam kegelapan, dan menjadi penguat dalam doa," katanya.

Pemilihan nama kehormatan ini menurut Edy Gunawan tidak serta merta melainkan melalui proses.

Ketua Ada berkumpul dan mendiskusikan nama yang cocok.

Nama ini tentunya dipilih sesuai dengan karakter dan harapan yang diinginkan dari orang yang diberi nama.

Setelah nama diputuskan, barulah kepala adat menunggu petunjuk lewat mimpi soal nama apa yang cocok.

"Gelar bukan sembarang kita kasih, kita minta perintah dari leluhur kita harus bagaimana, apa nama yang cocok. Dan itu nama kehormatan warga Dayak," tuturnya.

Ahok dan Puput saat pemberian nama Dayak di Hotel Mesra, Samarinda, Sabtu (13/1/2019).
Ahok dan Puput saat pemberian nama Dayak di Hotel Mesra, Samarinda, Sabtu (13/1/2019). (tribunkaltim.co/nalendro priambodo)

Ahok merasa senang diberi kehormatan menjadi bagian keluarga besar etnis Dayak.

"Saya senang, saya merasa terhormat diberi nama kehormatan dari suku Dayak," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan tribunkaltim.co

Penulis: Reporter Online
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved