Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

TAJUK TAMU: Sulawesi Utara Tak Bisa Lepas dari Ancaman Tsunami

Apabila ditinjau lebih jauh sejarah kegempaannya, wilayah Laut Maluku memang cukup sering menjadi lokasi pusat gempa bumi besar berpotensi tsunami.

Editor:
via intisari online
Ilustrasi tsunami 

TAJUK TAMU: Sulawesi Utara Tak Bisa Lepas dari Ancaman Tsunami

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Pada hari minggu tanggal 7 Juli 2019 lalu, telah terjadi gempa bumi yang mengguncang hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Gempa yang terjadi pukul 23.08 WITA ini cukup mengagetkan hingga membangunkan masyarakat yang telah tertidur.

BMKG (Badan Meteorologi Kllimatologi dan Geofisika) menyebutkan bahwa gempa tersebut berpusat di tengah Laut Maluku sekitar 154 km tenggara Kota Bitung dengan koordinat 0,5° LU – 126,17° BT.

Selain menyebabkan guncangan kuat, gempa dengan magnitudo 7,1 ini diprediksi akan menyebabkan tsunami di sepanjang pantai timur Bitung, Minahasa Utara, dan Minahasa.

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami pada pukul 23.14 WITA dengan prediksi ketinggian tsunami di pantai-pantai tersebut kurang dari 0,5 meter dan estimasi waktu tiba sekitar 7-9 menit setelah gempa bumi.

Setelah dilakukan pemantauan pada data Tide Gauge (alat pengukur ketinggian air laut) dan observasi lapangan di perairan Bitung, ternyata tsunami tidak berdampak di daratan.

Oleh karena itu, BMKG mengakhiri peringatan tsunami untuk seluruh wilayah pada pukul 01.09 WITA.

Meski gempa bumi 7 Juli 2019 tersebut tidak menimbulkan tsunami yang signifikan, namun hal ini wajib menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat bahwa pesisir Sulawesi Utara berpotensi dilanda tsunami.

Sebelumnya, pada tanggal 15 September 2014 juga terjadi gempa bumi yang cukup besar dengan magnitudo 7,3 dan berlokasi di tengah Laut Maluku.

Gempa bumi yang juga menyebabkan kerusakan ringan bangunan di kawasan reklamasi Kota Manado ini menimbulkan tsunami kecil dengan ketinggian 0,3 meter di pesisir Manado.

Tsunami ini tidak berdampak serius bagi masyarakat pesisir.

Apabila ditinjau lebih jauh sejarah kegempaannya, wilayah Laut Maluku memang cukup sering menjadi lokasi pusat gempa bumi besar berpotensi tsunami.

Berdasarkan data historis Badan Geologi Amerika Serikat atau yang disebut dengan USGS (United States Geological Survey), sejak tahun 1900-sekarang telah terjadi 14 kali gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 7,0.

Dua diantaranya menyebabkan tsunami yang menerjang pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada tahun 1968 dan 2014.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Otak Dangkal di Lautan Digital

 

Paskah dan Jeruji Besi

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved