Renungan Minggu
Renungan : Pujilah Tuhan dalam Tempat Kudusnya
Hal itu adalah ajakan atau dorongan pemazmur untuk memuji Allah, sebagaimana seharusnya di lakukan umat manusia yang dibuat dengan tangan Allah.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Alexander Pattyranie
Oleh Pdt Melky Mamesah
Gembala jemaat GPdI Rehobot Watutumou II
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mazmur 150:1-6, HALELUYA, pujilah Tuhan dalam tempat kudusnya!
Pujilah dia dalam cakrawalanya yang Kuat.
Hal itu adalah ajakan atau dorongan pemazmur untuk memuji Allah, sebagaimana seharusnya di lakukan umat manusia yang dibuat dengan tangan Allah sendiri.
Hal itu diungkapkan Pdt Melky Mamesah ke wartawan tribunmanado.co.id, Sabtu (13/07/2019) tadi.
Lanjut Gembala jemaat GPdI Rehobot Watutumou II ini, sebab pujian dan penyembahan kepada Allah jadi rusak di taman Eden dikarenakan Dosa.
Tidak ada lagi kemuliaan Allah.
Dalam Roma 3:23, berkata karena semua orang telah berbuat Dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.
"Apa yg dimaksud kehilangan kemuliaan. Jika kita melihat dalam Kejadian 3:11-12, adam menyalahkan, hawa. Artinya adam kehilangan Kasih," ujarnya.
Lanjutnya, 1 Yohanes 4:20 berkata jikalau seorang berkata, aku mengasihi Allah, dan ia membenci saudara nya maka ia adalah pendusta.
"Bagaimana mungkin memuji Allah, jika dalam hati ada kebencian," tambahnya.
Dikatakannya juga, dalam Matius 5:23-26, berkata segeralah berdamai dahulu, baru datang kepada Tuhan.
"Dengan pujian dan penyembahanmu. Jika Hatimu ada kebencian, kemarahan, kepahitan, Ibadahmu di pandang Tuhan sebagai kejahatan," bebernya.
Coba baca Markus 7:6-7. Percuma dalam pandangan Allah. Bukankah Allah mencari orang yang menyembah dia dalam roh dan kebenaran.
"Yohanes 4:23-24, sehebat bagaimanapun panggung yang di buat, alat musik yang luar biasa bunyinya. Penampilan yang megah.
Tapi jika hatimu rusak, semua percuma dalam pandangan Allah," tegasnya.