Pencurian Anak

Pencurian Anak di Bolmong Masih Tinggi, Begini Kisahnya

Tujuh kasus diantaranya adalah kasus cabul. Kasus lainnya yang cukup menonjol adalah pencurian anak.

Pencurian Anak di Bolmong Masih Tinggi, Begini Kisahnya
TribunJabar.id
ilustrasi penculikan anak 

TRIBUN MANADO.CO.ID - Kekerasan terhadap perempuan dan anak di masih sangat memprihatinkan.

Data yang dihimpun Tribun Manado dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bolmong (DP3A), Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara terdapat 18 kasus kekerasan pada anak dan perempuan selang Januari hingga Juni 2019.

Tujuh kasus diantaranya adalah kasus cabul. Kasus lainnya yang cukup menonjol adalah pencurian anak.

Menurut Sekretaris P3A Mansur Paputungan, kasus pencurian anak di Bolmong unik.

"Ada beberapa kasus dimana yang mencuri adalah ayah sendiri, tapi sudah pisah dengan istrinya, sang istri melapor dengan tuduhan pencurian anak," beber dia.

Mansur membeber, kasus trafficking juga terjadi di Bolmong.

Baca: Pernikahan Sedarah, Pria Ini Nikahi Adik Kandungnya, si Istri Kaget Setelah Lihat Video Ini

Baca: 4 Fitur WhatsApp Ini Jarang Digunakan Tapi Penting Banget, Bisa Sembunyikan Chat dari Pasangan

Baca: Rocky Gerung: Sejarah Baik Bukan Menghafal Nama Pahlawan Melainkan Nama Penghianat

Dikatakan Mansur, pihaknya terus berupaya menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak.

Salah satu upaya adalah penegakkan hukum. "Kami kini punya pengacara yang akan mendampingi korban, agar supaya pelaku dihukum berat sehingga ada efek jera," kata dia.

Pihak DP3A juga telah mencetuskan kota ramah anak di Bolmong.

Hal tersebut diharapkan dapat menebar virus perlindungan anak dan perempuan kepada masyarakat Bolmong.

Halaman
1234
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved