Gerindra Gabung Pemerintahan Jokowi, Jansen Sitindaon Enggan Bahas Hubungan SBY dan Megawati
Benar adanya ungkapan yang menyatakan, tak ada musuh abadi dan tidak ada kawan sejati. Yang ada adalah kepentingan semata. Itulah politik.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Benar adanya ungkapan yang menyatakan, tak ada musuh abadi dan tidak ada kawan sejati. Yang ada adalah kepentingan semata. Itulah politik. Partai Demokrat yang sejak awal sulit bersama dengan PDI Perjuangan, karena hubungan SBY dan Megawati yang sulit akur, kini kabarnya sedang merapat ke Jokowi.
Partai Gerindra yang di Pilpres 2019 lalu mengusung Prabowo-Sandiaga, begitu kalah di Mahkamah Konstitusi kabarnya akan merapat ke kubu pemerintah. Nah, itulah politik, tidak ada yang abadi.
Hanya memang banyak kader Demokrat saaat ini enggan bicara mengenai hubungan Megawati dan SBY. Disinggung soal hubungan SBY dan Megawati saat bahas arah politik, reaksi Politikus Demokrat, Jansen Sitindaon ini tuai gelak tawa.
Hal itu terlihat saat Jansen Sitindaon menjadi narasumber dalam program Apa Kabar Indonesia tvOne.
Awalnya Jansen Sitindaon membahas soal arah politik Partai Demokrat setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Jansen Sitindaon mengatakan bahwa sampai saat ini Partai Demokrat belum memutuskan apakah akan bergabung dengan partai pendukung Jokowi-Maruf Amin atau tidak.
Baca: Mardani: PKS Tegas Ambil Sikap Oposisi, Bukan Parpol Pragmatis yang Kelaminnya Tidak Jelas
Baca: Anak Gadis 6 Tahun Dipaksa Orang Tua Nikah Siri, Usia 31 Sudah Punya Cucu 8 Tahun Gara-gara Hal Ini
Baca: ARTI Gestur & Bahasa Tubuh Prabowo Ketika Berpidato Terima Hasil Putusan MK: Tekanan Batin Menyerang
"Sampai saat ini belum diputuskan apakah kita akan masuk ke dalam ring atau tetap di luar ring," ujar Jansen Sitindaon seperti dilansir dari YouTube Talk Show tvOne, Sabtu (29/6/2019).
"Tidak sulit kok ditebak," tambahnya.
Namun, Jansen Sitindaon memastikan jika kader Partai Demokrat siap menerima apa pun keputusan nanti.
Sebab, lanjutnya, Partai Demokrat memiliki pengalaman yang cukup jika memang akan bergabung mau pun menjadi opisisi.
"Kalau kita di luar kita toh lima tahun ini sudah di luar, jika pun di dalam pasti Partai Demokrat ini berbeda dengan partai lain, kalau partai lain, di dalam ga tau mau ngapain, kalau kita pernah 10 tahun di dalam," jelasnya.
Jansen Sitindaon juga memastikan bila nantinya SBY memutuskan untuk bergabung ke pemerintahan Jokowi, maka kontribusi Partai Demokrat akan berbeda.
Jansen Sitindaon (Tribunnews.com)
"Kalau misalnya nanti Pak SBY memutuskan demokrat masuk, dan Pak Jokowi misalnya buka diri, buka hati untuk merangkul kita, pasti berbeda kontribusinya dengan partai-partai lain. Karena partai berpengalaman," terangnya.
"Apa pun keputusan beliau, saya sebagai pasukan di bawah ikut sepenuhnya," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jansen-sitindaon.jpg)