Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bahaya Semut charlie

Viral Facebook, Semut Charlie yang Beracun pada Kulit, Cara Penanganannya Seperti Ini

Sebuah postingan tentang bahaya jika bersentuhan dengan semut charlie menjadi viral di media sosial.

Editor: Rhendi Umar
TRIBUN STYLE
Mengenal Semut Charlie di Indonesia, Simak Bahaya Seranga Beracun yang Dikenal sebagai Tomcat 

Wereng merupakan mangsa bagi serangga tomcat.

Di kota besar, serangga tomcat biasa hidup di daerah yang masih ada pepohonan atau tanamannya seperti taman-taman kota.

Serangan serangga jenis tomcat diduga berkaitan dengan peningkatan aktifitas perburuan tokek yang diangap sebagai salah satu predator bagi tomcat sehingga menjadikan populasi serangga itu berkembang pesat.

Di samping itu keseimbangan alam terganggu karena faktor migrasi wilayah dan cuaca ekstrim yang juga menjadi penyebab munculnya sebuah populasi hewan tertentu.

Tomcat tidak mengigit ataupun menyengat.

Tomcat akan mengeluarkan cairan otomatis bila bersentuhan atau berbenturan dengan kulit manusia.

Gawatnya, tomcat juga akan mengeluarkan cairan pada benda-benda seperti baju, handuk, atau benda-benda lainnya.

Meski tak mengigit, serangga ini memiliki cairan racun di dalam tubuh (kecuali sayap) yakni toksin hemolim.

Cairan hemolim atau toksin ini disebut sebagai 'paederin':(C24 H43 O9 N).

Baca: Ditawari Gabung ke Kubu Jokowi, Respon Partai Gerindra Seperti Ini

Baca: Selain Hindari Makanan Manis, Bijaklah Memilih Makanan yang Tepat Untuk Hindari Diabetes, Cek Disini

Pembuatan paederin sebagian besar terbatas dihasilkan oleh serangga betina.

Paederin inilah yang menyebabkan bengkak hebat, dan menyebabkan reaksi pada kulit sekitar 24 jam setelah kontak.

Penderita yang terkena racun paederin serangga Tomcat biasanya akan mengalami gatal-gatal yang dalam istilah medisnya disebut Dermatitis Paederus.

Manifestasi klinis

Paederin inilah salah satu bahan inflamasi yang sangat kuat.

Respon yang berbeda terlihat di kulit tergantung pada, durasi konsentrasinya pemaparan, dan karakteristik individu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved