NEWS

Fakta & Kronologi Lengkap Suami Istri Berhubungan Badan di Depan Anak-anak, Sempat Main Saat Ramadan

Untuk bisa menyaksikan suami istri ini berhubungan seks di depan anak-anak, para bocah yang umurnya kisaran 12 tahun itu harus membayar uang lima ribu

Mau Baca Berita Populer Kami?

Baca: Liburan Sama Ahok, Perut Buncit Puput Nastiti Devi Jadi Sorotan, Netizen: Hukum Tabur Tuai Berlaku

Baca: Pria Ini Keluarkan Uang Ratusan Juta hanya untuk Tanah Selebar 30 Cm

Baca: Ternyata Begini Cara Nicholas Sean Purnama Dapat Duit Setelah Ahok dan Veronica Tan Bercerai

Sontak saja, Miftah Farid selaku guru ngaji langsung mengadukan kejadian tersebut pada KPAID dan berharap para pelaku bisa segera ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Saat ini anak-anak belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Tapi menurut pengakuan seorang anak katanya ada bayar pakai uang dikisaran Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu, pakai rokok, atau mie instan," tutur Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto saat ditemui Selasa (18/06/2019).

Namun apakah para bocah itu dipaksa atau tidak untuk menyaksikan adegan ranjang itu, kata Ketua KPAID pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Kami sudah melaporkan ke kepolisian dan meminta pendampingan proses hukum dan meminta pendampingan pemulihan psikis anak-anak dari KPAID Kabupaten Tasikmalaya," katanya saat datang ke Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya.

Yang Nonton Anak-anak Berusia Kisaran 12 Tahun

Ilustrasi Video Mesum Remaja
Ilustrasi Video Mesum Remaja (Tribun Kaltim)

Diketahui pasutri ini hanya menyuuhkan live seks ini kepada anak-anak yang masih berusia pada kisaran 12 tahun.

Selain dipertontokan kepada anak-anak yang masih kategori di bawah umur itu, pasutri ini juga membukan tarif.

Tapi bayaran yang diminta pun beragam.

Anak-anak yang mau nonton bisa membayar dengan uang Rp 5 ribu, dan nisa juga menbayarnya dengan rokok ataupun mie instan.

Anak-anak pun Ikut Meraba-raba Balita 

Akibat menonton langsung adegan hubungan suami istri yang dilakukan Ek dan Li, sejumlah anak laki-laki berusia 12 tahun itu nyaris berbuat cabul pada balita perempuan di kampungnya.

Begitu kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Selasa (18/6/2019).

"Setelah menonton, mereka itu ingin mempraktekan adegan ada balita perempuan berusia 4 tahun tetangganya," tutur Ato.

Beruntung, lanjut Ato, mereka tidak sampai mempraktekan aksi bejat tersebut kepada balita yang nyaris menjadi korban.

Anak-anak tersebut hanya meraba-raba.

Untuk memulihkan kondisi psikis anak-anak yang menjadi korban dan nyaris jadi pelaku penyimpangan seksual itu, KPAID akan intens melakukan pendampingan.

Mau Tahu Info Terkni? Follow Instagram Tribun Manado!

Berita Artis:

Baca: Jadi Ibu Menyusui, Nikita Mirzani Pakai Dress Super Ketat, Perut Langsingnya Tuai Pujian

Baca: Reino Barack Panik Saat Syahrini Didekati Hiu, Begini Serunya Bulan Madu di Pulau Bora-Bora

7 Bocah yang Jadi Korban

Dari hasil investigasi KPAID Kabupaten Tasikmalaya, diketahui ada tujuh bocah yang jadi korban.

Berdasarkan informasi yang didapat dari KPAID Kabupaten Tasikmalaya ada sebanyak 7 bocah yang menjadi korban perbuatan tidak senonoh tersebut.

Namun apakah anak-anak ini dipaksa atau tidak untuk menyaksikan adegan ranjang, kata Ato pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman.

Sempat Beradegan di Bulan Ramadan

Kejadian yang menghebohkan warga Tasikmalaya tersebut diketahui juga berlangsung beberapa kali pada bulan Ramadan kemarin.

Sebelumnya juga beredar kabar bahwa adegan ranjang itu direkam sejumlah anak yang menonton melalui gawai.

Namun, kabar mengenai perekaman itu dibantah adanya oleh pihak KPAID Kabupaten Tasikmalaya yang langsung melakukan investigasi.

"Mengenai adanya kabar ada yang merekam, itu tidak ada," jelas Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto saat ditemui Selasa (18/6/2019).

Berdasarkan informasi yang didapat dari KPAID Kabupaten Tasikmalaya ada sebanyak 7 bocah yang menjadi korban perbuatan tidak pantas tersebut.

"Termasuk anaknya mereka yang seusia dengan anak yang lainnya," ujarnya.

Apakah anak-anak tersebut dipaksa atau tidak untuk menyaksikan adegan ranjang itu, Ato mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. (Tribunmanado.co.id/Ind/Tribunnews/tribunjabar.co.id/ kompas.com)

Sebagian artikel ini sudah tayang di tribunjabar.id dengan judul Selain Pakai Duit, Bocah yang Nonton Adegang Ranjang Pasutri Bisa Bayar Pakai Rokok dan Mie Instant

Artikel ini juga sudah terbit di Tribunnews.com dengan judul Suami-Istri di Tasikmalaya Suguhkan Live Adegan Ranjang, Penonton Bayar Rp 5.000 per Orang, dan diolah kembali oleh Tribunmanado.co.id Suami Istri Main Mama Papa Secara LIVE, Penontonnya Anak-anak, yang Mau Nonton Cukup Beri Mie Instan

Tonton:

Penulis: Reporter Online
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved