Tak Punya Uang Beli Petasan, Anak-anak di Kabupaten Ini Pilih Bermain Meriam Bambu
Namanya Dotu-dotu (meriam bambu), permainan menggunakan bambu dan diisi minyak tanah untuk menciptakan suara layaknya petasan.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Alexander Pattyranie
"Karena kalau minta petasan pasti dimarahi, jadi minta bambu saja," ucapnya.
Meski dengan mainan seadanya, anak-anak di Desa Pintadia ini tetap gembira.
Hal ini jauh berbeda dengan potret anak-anak kota yang lebih memilih petasan.
Padahal Dotu-dotu adalah permainan yang sudah merupakan budaya di Sulut.
Meski dewasa ini tergeser dengan perkembangan zaman.
"Yang penting ada mainan, kami pasti bermain," tutup Ahmat sambil kembali ke rumahnya.
(Tribun Manado/Nielton Durado)
BERITA TERPOPULER:
Baca: Hari Raya Idul Fitri, Prabowo Kunjungi Keluarga Cendana, Titiek Soeharto Telah Menanti
Baca: Pertama Kali Puasa dan Lebaran, Yuk Intip 3 Artis Mualaf Ini
Baca: Playboy Meninggal Dunia, 40 Pacarnya Datang Melayat, Suasana Haru Berubah Saat Dokter Sebut HIV/AIDS
TONTON JUGA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tak-punya-uang-beli-petasan-anak-anak-dikabupaten-ini-pilih-bermain-meriam-bambu.jpg)