Tak Punya Uang Beli Petasan, Anak-anak di Kabupaten Ini Pilih Bermain Meriam Bambu
Namanya Dotu-dotu (meriam bambu), permainan menggunakan bambu dan diisi minyak tanah untuk menciptakan suara layaknya petasan.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Namanya Dotu-dotu (meriam bambu), permainan menggunakan bambu dan diisi minyak tanah untuk menciptakan suara layaknya petasan.
Inilah permainan yang dipilih Raki Naung (10), bocah asal Desa Pintadia, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Bocah kelas V SD ini tak punya uang untuk beli petasan layaknya anak-anak di Kota.
"Di sini petasannnya mahal," ujar Raki ketika dihampiri TribunManado.co.id, Kamis (06/06/2019).
Berbeda dengan petasan, Reki hanya perlu meminta uang Rp 15 ribu untuk mendapatkan 1 liter minyak tanah.
"1 liter minyak tanah itu sudah main sampai bosan," ucapnya.
Raki mengaku tak punya hiburan lain, selain bermain dotu-dotu.
"Yang penting bisa main, kalau petasan sering tidak dikasih uang sama mama dan papa," aku dia.
Selain itu, latar belakang orang tuanya yang kurang mampu membuat Raki hanya bisa bermain Dotu-dotu.
Raki rupanya tak sendirian ada pula Ahmat teman sebayanya, yang juga menikmati permainan tersebut.
Mereka tampak tertawa lepas ketika bermain Dotu-dotu.
"Terkadang sampai kening kami terbakar om," ujar Ahmat sambil tertawa.
Menurutnya Idulfitri kali ini agak sepi karena turun hujan.
"Waktu bermain kami juga terpotong," aku dia.
Bocah kelas IV SD ini sudah jauh hari meminta ayahnya mengambil bambu, untuk dijadikan Dotu-dotu.
"Karena kalau minta petasan pasti dimarahi, jadi minta bambu saja," ucapnya.
Meski dengan mainan seadanya, anak-anak di Desa Pintadia ini tetap gembira.
Hal ini jauh berbeda dengan potret anak-anak kota yang lebih memilih petasan.
Padahal Dotu-dotu adalah permainan yang sudah merupakan budaya di Sulut.
Meski dewasa ini tergeser dengan perkembangan zaman.
"Yang penting ada mainan, kami pasti bermain," tutup Ahmat sambil kembali ke rumahnya.
(Tribun Manado/Nielton Durado)
BERITA TERPOPULER:
Baca: Hari Raya Idul Fitri, Prabowo Kunjungi Keluarga Cendana, Titiek Soeharto Telah Menanti
Baca: Pertama Kali Puasa dan Lebaran, Yuk Intip 3 Artis Mualaf Ini
Baca: Playboy Meninggal Dunia, 40 Pacarnya Datang Melayat, Suasana Haru Berubah Saat Dokter Sebut HIV/AIDS
TONTON JUGA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tak-punya-uang-beli-petasan-anak-anak-dikabupaten-ini-pilih-bermain-meriam-bambu.jpg)