Psikologi

Menurut Profesor, Menikah Ternyata Punya Dampak Negatif Buat Perempuan

Kita sering membayangkan, apa jadinya bila kita hidup sebatang kara tanpa pasangan di dunia ini.

Tribun Bali
Ilustrasi Pasangan Akan Menikah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kita sering membayangkan, apa jadinya bila kita hidup sebatang kara tanpa pasangan di dunia ini.

Tidak ada tempat untuk menyandarkan jiwa yang lelah. 

Menurut kita hal itu pasti menyedihkan. 

Sebab itu umumnya, kita manusia menjadikan berpasangan sebagai standar kebahagiaan.

Meski begitu, sebenarnya ada banyak hal yang membuat perempuan menikah, bukan soal kebahagiaan saja, misalnya faktor ekonomi dan visi memiliki keluarga, juga menjadi alasan mereka.

Akan tetapi, faktanya kebahagiaan perempuan tidak terletak bagi mereka yang sudah menikah.

Baca: Gosip Tak Selalu Buruk, Ini Alasan Psikologis Soal Kegemaran Ngomongin Orang

Baca: Pekerja Tuntut Perusahaan Rp 930 Juta Gara-gara Dipecat, Psikologisnya Tertekan Tak Terima Kenyataan

Baca: Pandangan Psikologi Terkait Maraknya Bullying Pada Anak

Ini pun diungkapkan oleh Profesor Paul Dolan, pakar ilmu perilaku dari London School of Economics.

Profesor Paul Dolan, mengatakan bahwa keinginan untuk menetap dan memulai sebuah keluarga mungkin sebenarnya memiliki dampak negatif pada kesejahteraan perempuan.

"Sub-kelompok populasi yang paling sehat dan paling bahagia adalah perempuan yang tidak pernah menikah atau memiliki anak,” ujarnya.

Namun ini tidak berlaku untuk laki-laki, justru para lelaki biasanya akan lebih bahagia dan tenang saat memutuskan untuk menikah.

Halaman
12
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved