Sabtu, 30 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tajuk Tamu

Inovasi Sepotong Pistol Oleh Jannus TH Siahaan

Samuel Colt bukanlah lulusan perguruan tinggi, bahkan ia keluar dari sekolah. Tapi Colt punya hobby yang menarik, yakni membongkar pasang alat.

Tayang:
Editor: Chintya Rantung
Facebook
Jannus T Holomoan Siahaan 

Dan jadilah orderan 1000 revolver untuk ranger texas tersebut dengan brand awal bernama Colt Walker (perpaduan nama Samuel Colt dan Walker). Hasilnya, Amerika memenangkan pertempuran dengan Meksiko karena penemuan revolver yang bisa menembakan enam peluru dalam sekali isi.

Setelah Amerika memenangkan perang dengan Meksiko,  nama dan brand Samuel Colt melejit. Apalagi masa damainya tak lama,  karena akhirnya perang sipil (civil war) di Amerika pun meledak.  Utara dan Selatan berkecamuk.  Otomatis,  permintaan revolver versi Colt melejit. 

Colt memutuskan untuk merubahnya menjadi industri manufaktur.  Komponen-komponen pistol diproduksi secara terpisah  dan dirakit (assembling).

Godaan untuk menjual lebih banyak pistol menjadi lobang jebakan buat Colt, karena dia akhirnya bermain dua kaki.

Colt diam-diam ikut menyuplai senjata ke pihak selatan,  yang kerab juga disebut dengan pihak konfederasi,  dibawah pimpinan Jefferson Davis,  yang ingin memisahkan diri dari Amerika.

Sementara kompetitornya tertinggal jauh,  sampai akhirnya Edwin Wesson,  kakak daniel wesson, sakit dan meninggal. Beberapa saat Colt menikmati besarnya penguasaan bisnis pistolnya.

Namun tanpa diduga,  posisi mendua tersebut diketahui publik alias terbongkar.  Colt mendapat cacian. Di media-media Amerika namanya muncul dan dicap sebagai pengkhianat.  Seiring dengan itu,  masa berlaku hak paten Colt tinggal sebentar lagi.

Daniel Wesson yang awalnya nyaris bangkrut setelah kakaknya meninggal,  bertemu dengan Horace Smith,  pengusaha senjata laras panjang.  Dalam fase itu,  Wesson juga menemukan ciptaan baru dari peluru.  Awalnya,  mesiu dan timah terpisah,  Wesson berfikir menyatukannya. 

Mesiu dimasukan ke dalam balutan timah,  seperti peluru yang kita kenal sekarang. Cuma Wesson belum bertemu teknologi untuk mendorongnya.

 Baca: Senin Depan Sidang Isbat Digelar Kemenag RI, Tentukan Idulfitri 1440 Hijriah

Baca: Tol Manado - Bitung Dibuka Untuk Umum Hari ini, Ini Syarat-Syaratnya

Baca: Polisi Bakar 1750 Gram Ganja

Sebelumnya,  seorang pekerja Colt pernah menawarkan ide yang hampir sama kepada Colt dan Colt menolaknya.

Teknologi tersebut berupa teknologi melontarkan peluru model baru dan canggih. Berkat penolakan itu,  sang karyawan akhirnya datang ke Wesson. 

Dan lengkap lah sudah temuan baru Wesson.  Sebelumnya,  Wesson hanya membuat pembeda dengan temuan Colt berupa kokangan,  setiap pergantian peluru diikuti dengan kokangan satu kali di belakang pistol.  Saat itu,  Wesson belum berani merilis,  karena takut terkait dengan hak paten Colt.

Dengan hadirnya model peluru baru dan pelontarnya yang lebih canggih,  plus masa hak paten Colt habis,  Wesson dan Smith bergerak cepat.  Mereka mendaftarkan produk barunya dan memproduksinya secara masif. 

Pada saat yang sama,  Wesson sempat mendapat godaan untuk bermain dua kaki,  menyuplai senjata ke pihak selatan,  tapi Horace Smith segera menentang dan pengkhianatan itu batal. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved