Tajuk Tamu

Inovasi Sepotong Pistol Oleh Jannus TH Siahaan

Samuel Colt bukanlah lulusan perguruan tinggi, bahkan ia keluar dari sekolah. Tapi Colt punya hobby yang menarik, yakni membongkar pasang alat.

Inovasi Sepotong Pistol Oleh Jannus TH Siahaan
Facebook
Jannus T Holomoan Siahaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Samuel Colt bukanlah lulusan perguruan tinggi,  bahkan ia keluar dari sekolah. Tapi Colt punya hobby yang menarik,  yakni membongkar pasang alat.  Melihat alat yang dirakit,  dia pasti membongkarnya,  lalu memasangnya lagi.  Saat pelayaran antara Amerika-Kalkuta (India), sekira tahun 1830, umur Colt sekitar 16 tahun.

Orang tuanya mengirim Colt bekerja di kapal untuk mendapatkan pengalaman karena Colt tidak tertarik untuk bersekolah.  Di atas kapal,  dia melihat kapten memainkan senjata laras panjang, menembakannya ke udara, untuk mengisi waktu. 

Di era itu, jenis senjata hanya berupa laras panjang dengan satu peluru racikan. Sakali mengisi peluru membutuhkan beberapa menit karena terlebih dahulu harus diracik.

Pertama dimasukan mesiu. Lalu bola timah. Kemudian dibungkus pakai kain. Lalu didorong pakai tongkat besi kecil langsung dari lubang depan. Barulah bisa menembak lagi. Melihat itu, otak imaginer dan inovatif Colt berjalan.

Sembari melihat setir nahkoda, otaknya terus bekerja dan membayangkan tempat peluru seperti silinder nahkoda kapal. Bisa diisi lima peluru sekaligus. Dan konsep itu dia simpan sampai kembali ke Amerika tahun 1836.

Sesampai di Amerika lagi, konsep tersebut langsung dipresentasikan kepada beberapa orang. Utamanya kepada keluarga besarnya. Walhasil,  Colt  mendapat dana untuk memulai usaha produksi revolver, senjata laras pendek dengan silinder yang terdiri dari lima peluru.

BERITA TERPOPULER:

Baca: Wanita Miskin Ceraikan Suami karena Bukan Orang Kaya Melainkan Peternak Bebek, Ini Jalan Ceritanya

Baca: Sosok Bule Ditangkap Polisi karena Tuduh Pemerintahan Jokowi Komunis, Ternyata Mantan Tentara AS

Baca: Pelaku Paksa Berhubungan Intim Gadis 16 Tahun, Tidak Tau Itu Adik Kandungnya, Ini Kronologinya

Pada awalnya,  usaha tersebut kurang mendapat sambutan. Polisi-polisi setempat belum berani beralih ke senjata laras pendek yang masih baru karena dianggap belum teruji. Hampir saja Samuel Colt bangkrut karena usahanya tak diiringi oleh lahirnya permintaan terhadap revolver.

Sampai pada satu titik yang sangat krusial, di saat Colt terbilang telah bangkrut,  keluhan datang dari pasukan ranger Amerika, tepatnya ranger Texas,  yang sedang berperang menghadapi Meksiko,  dan meksiko juga memiliki senjata laras panjang yang sama. 

Keluhannya,  pasukan sering kali terkena peluru saat mengisi peluru.  Satu kali tembakan,  lalu mengisi peluru beberpa menit, baru menembak lagi.

Halaman
1234
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved