Teknologi
Pakai VPN, Uang Rekening Raib, Hati-hati dengan Serangan Man In The Middle
Setelah akses ke medsos dibatasi oleh pemerintah, warganet Indonesia ramai-ramai menggunakan Virtual Private Network (VPN).
Uang miliknya yang disimpan di salah satu bank raib setelah Mimin menggunakan VPN di ponselnya.
"Di HP memang ada aplikasi m-banking. Waktu whatsapp down, saya disaranin download VPN sama teman. Ya saya instal saja biar bisa lancar pakai WA," kata Mimin, Jumat (24/5/2019).
Saat hendak memeriksa saldo melalui m-banking, uang di rekeningnya ludes. Total ada Rp 2,7 juta uang Mimin yang hilang.
"Padahal saya tidak transaksi di m-banking. Hanya cek saldo saja. Tapi pas dicek sudah kosong uangnya," katanya.
BERITA POPULER:
Baca: Perawan Dua Gadis 15 Tahun Dijual Setara dengan Harga 2 Unit Mobil Sigra Plus Honda CB150R ExMotion
Baca: Dua Gadis 15 Tahun Berencana Jual Keperawanan Seharga Rp 267 Juta, Perantaranya Masih Belia
Baca: VIRAL VIDEO Perkelahian Pelajar, Siswi dan Siswa Baku Hantam, Rok Terangkat hingga Teriak Nama Levi
Ia lalu melapor ke pihak bank untuk menanyakan uangnya yang tiba-tiba hilang. Dari keterangan pihak bank, mimin jadi orang ketujuh yang melaporkan hal serupa.
"Kasusnya sama pakai VPN terus buka m-banking. Saldonya sampai habis," ucapnya.
Ia mengingatkan agar masyarakat yang menggunakan VPN untuk berhati-hati. Lebih baik mencopot aplikasi tersebut ketimbang data pribadi tersedot.
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara sempat menjelaskan adanya bahaya menggunakan VPN.
Dilansir dari tayangan Kompas Petang, Kamis (23/5/2019), Rudiantara juga memberikan opsi selain VPN yang lebih aman digunakan.
Hal ini bermula saat sang pembawa acara bertanya soal kebijakan Kominfo yang masih dianggap kurang efektif.
"Pak Rudiantara banyak pihak yang mengingatkan bahwa ketika diambil kebijakan pembatasan sosial media dan juga saluran tertentu masih ada saluran lain yang bisa digunakan untuk hal-hal yang tidak baik atau hal-hal yang berpotensi untuk menyebarkan juga informasi-informasi yang belum bisa diverifikasi, bagaimana pemerintah melihat ini?," tanya pembawa acara.
Rudiantara lalu menjawab beberapa kelemahan VPN.
"Itu sudah diperhitungkan, salah satunya adalah melalui VPN, kan selalu dikatakan kita bisa by pass melalui VPN Virtual Private Network saya justru sarankan hati-hati, hindari VPN," ujar Rudiantara.
Ada beberapa alasan Menkominfo melarang untuk menggunakan VPN.
"VPN yang gratis terutama ya, VPN yang gratis ini bisa kita terdampak terbukanya data-data pribadi kita itu satu," kata Rudiantara.
Lebih lanjut, Rudiantara mengatakan bahwa penggunaan VPN juga dapat menyebabkan serangan malware.
"Kedua itu bisa menjadi masuknya malware ke ponsel kita jadi hindari itu."
"Juga kalau yang gratis tetap saja begitu menggunakan aplikasi WA melalui VPN itu tetap saja kalau video dan gambarnya tidak bisa atau minimal lemot gitu lo."
Rudiantara lalu mencontohkan negara maju sekelas Tiongkok yang juga dibatasi dalam penggunaan WhatsApp (WA).
"Ini sebaiknya kalau kita lihat Tiongkok sekalipun negara yang semuanya dikontrol, WA tidak bisa, WA call tidak bisa di sana tapi menggunakan VPN bisa," imbuhnya.
Pembawa acara lalu menegaskan bahwa VPN bisa berbahaya untuk akses ke media sosial.
"Ini juga berbahaya juga ya menggunakan VPN untuk akses ke media sosial dan juga aplikasi pesan singkat?" tanya pembawa acara lagi.
Rudiantara membenarkan pernyataan pembawa acara Kompas TV itu, tapi memberikan pengecualian
"Betul, kecuali mau bayar 2 juta tiga juta mungkin ya tapi siapa sih yang mau bayar 2,3 juta," kata Rudiantara sambil tertawa.
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pantas VPN Bisa Bikin Uang Rekening Raib, ini Cara Kerjanya Mengakali Whatsapp (WA), FB, & IG Error,
Tonton dan subscribe:
Follow Instagram Tribun Manado: