Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Sorotan Peluang Indonesia di 52th APBF Championships 2019 di Singapura

Singapura akan menjadi tuan rumah turnamen bridge tahunan paling bergengsi di Asia Pasifik, 52th APBF Championships 2019.

Penulis: | Editor: Chintya Rantung
IST/Humas PB Gabsi
Bert Toar Polii Humas PB Gabsi 

Ini Sorotan Peluang Indonesia di 52th APBF Championships 2019 di Singapura

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Bert Toar Polii, humas PB Gabsi mengatakan pada tanggal 11-20 Juni 2019, Singapura akan menjadi tuan rumah turnamen bridge tahunan paling bergengsi di Asia Pasifik, 52th APBF Championships 2019.

Turnamen yang diikuti oleh berbagai negara di Asia dan Australia akan mempertandingkan 5 nomor pertandingan bertambah 1 nomor baru, yaitu Mixed Team. Selain itu, turnamen ini juga menjadi ajang kualifikasi zone VI untuk menentukan 3 negara yang akan mewakili Zone VI yang anggotanya khusus dari negara-negara di Asia Timur Jauh.

"Turnamen yang akan diadakan di York Hotel, Singapura seperti biasanya mempertandingkan nomor open team untuk memperebutkan Rebulida Cup, ladies team merebut President’s Cup, Senior Team merebut PABF Senior Cup dan Mixed Team merebut Bambang Hartono Cup serta Open Pairs.

Baca: Tiga Menteri Jokowi Terjerat Korupsi, Moeldoko: Presiden Tidak Mau Intervensi Tentang Itu

Pertandingan paling seru akan terjadi di nomor open team. Sampai hari ini sudah terdaftar 14 negara yang akan mengikuti nomor ini, yaitu : Indonesia, Singapura, China, Jepang, China Hongkong, Chinesse Taipei, China Macau, Philippina, Thailand, Australia, Selandia Baru, Malaysia, India dan Korea.

Ke 14 negara ini akan bertanding double round robbin atau 26 session untuk menentukan pemenang dari Rebulida Cup lambang supremasi bridge di Asia dan Pasifik. Babak penyisihan atau PABF Championship akan berlangsung tanggal 11-18 Juni 2019," katanya.

Selanjutnya dua hari terakhir akan menjadi ajang penentuan wakil zone VI yang berhak ikut di World Team Championship yang akan berlangsung bulan September di Wuhan, China.

"Melihat kekuatan para peserta dari nama-nama pemain yang terdaftar , kecuali Malaysia, Thailand, Korea dan mungkin China Macau, negara lainnya punya kekuatan yang hampir sama. China memang sangat tangguh apalagi mereka baru saja memenangi Yeh Bros Cup 2019 turnamen dengan hadiah uang terbesar didunia yang diikuti para pemain kelas dunia.

Baca: Viral Video Pendeta Khotbah ABG-ABG yang Sedang Miras, Disuruh Nyanyi Lagu Rohani, Perekam: Ya Tuhan

China Macau agak sulit diterka karena mengirimkan pemain dengan nama-nama baru dan bisa saja mereka pemain kuat dari China yang hijrah ke Macau. Karena hampir semua turun dengan tim terbaik, pertarungan perebutan meraih medali akan berlangsung ketat sekali. Selain China, Jepang tuan rumah Singapura juara Asian Games 2018 masih ada Hongkong, Chinesse Taipei, Australia, Selandia Baru serta kuda hitam India," ujarnya.

Lebih ramai lagi katanya pada dua hari terakhir setelah itu atau tanggal 19-20 Juni 2019, yaitu kualifikasi Zone VI untuk menetukan wakilnya diluar China yang sudah mendapat jatah sebagai tuan rumah.

Pada event kualifikasi ini, India, Australia, dan Selandia Baru tidak berhak ikut. Namun walaupun ketiga negara ini tidak ikut namun hasil pertandingan melawan mereka tetap dihitung.

"Hanya 5 peringkat terbaik diluar China yang berhak ikut. Peringkat terbaik diluar China otomatis lolos sebagai wakil pertama. Wakil kedua akan ditentukan dalam pertandingan antara peringkat dua melawan peringkat 3. Disamping itu juga ikut bertanding peringkat 4 vs 5. Pemenang pertarungan peringkat 2 vs 3 menjadi wakil kedua.

Wakil terakhir atau wakil ketiga akan ditentukan antara yang ada perebutan medali kembali China akan menguasai, tinggal berebut perak dan perunggu. Jepang, Australia, Chinesse Taipei dan Indonesia menurut penulis akan bersaing memperebutkan kedua medali yang tersisa.

Kuda hitam akan muncul dari Selandia Baru, China Hongkong dan India. Pada perebutan wakil Zone VI karena China sudah tidak dihitung, penulis yakin tim Ladies kita akan lolos karena mereka tinggal bersaing dengan Jepang, Chinesse Taipei dan mungkin China Hongkong untuk memperebutkan 3 jatah Zone VI," ujarnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved