Ini Sorotan Peluang Indonesia di 52th APBF Championships 2019 di Singapura

Singapura akan menjadi tuan rumah turnamen bridge tahunan paling bergengsi di Asia Pasifik, 52th APBF Championships 2019.

Ini Sorotan Peluang Indonesia di 52th APBF Championships 2019 di Singapura
IST/Humas PB Gabsi
Bert Toar Polii Humas PB Gabsi 

Lebih ramai lagi katanya pada dua hari terakhir setelah itu atau tanggal 19-20 Juni 2019, yaitu kualifikasi Zone VI untuk menetukan wakilnya diluar China yang sudah mendapat jatah sebagai tuan rumah.

Pada event kualifikasi ini, India, Australia, dan Selandia Baru tidak berhak ikut. Namun walaupun ketiga negara ini tidak ikut namun hasil pertandingan melawan mereka tetap dihitung.

"Hanya 5 peringkat terbaik diluar China yang berhak ikut. Peringkat terbaik diluar China otomatis lolos sebagai wakil pertama. Wakil kedua akan ditentukan dalam pertandingan antara peringkat dua melawan peringkat 3. Disamping itu juga ikut bertanding peringkat 4 vs 5. Pemenang pertarungan peringkat 2 vs 3 menjadi wakil kedua.

Wakil terakhir atau wakil ketiga akan ditentukan antara yang ada perebutan medali kembali China akan menguasai, tinggal berebut perak dan perunggu. Jepang, Australia, Chinesse Taipei dan Indonesia menurut penulis akan bersaing memperebutkan kedua medali yang tersisa.

Kuda hitam akan muncul dari Selandia Baru, China Hongkong dan India. Pada perebutan wakil Zone VI karena China sudah tidak dihitung, penulis yakin tim Ladies kita akan lolos karena mereka tinggal bersaing dengan Jepang, Chinesse Taipei dan mungkin China Hongkong untuk memperebutkan 3 jatah Zone VI," ujarnya.

Ia mengatakan di nomor senior yang biasanya dikuasai oleh Indonesia, Australia atau Jepang kini muncul saingan baru China dan Chinesse Taipei.

Di nomor ini pesertanya paling banyak ada 16 tim dari 11 negara. Ini terjadi karena setiap negara boleh mengirimkan 2 tim selama tempat masih tersedia yaitu untuk 16 tim.

11 negara yang ikut adalah Indonesia, China, Jepang, Chinesse Taipei, China Hongkong, Singapura, Thailand, Australia, Selandia Baru, Korea dan India. Indonesia, Chinesse Taipei, Hongkong, Australia dan Singapura menurunkan dua tim.

"Dari 16 tim ini, Indonesia, China, Jepang, Australia akan bersaing memperebutkan medali. Hongkong walaupun datang dengan dua tim kali ini agak terpecah kekuatannya. Apalagi salah satu pasangan tulang punggung mereka Derek Zen/Samuel Wan memilih bermain di open team.

Baca: Usai Viral Video Tahanan Narkotika Diseret: Begini Nasib Kalapas Narkotika Nusakambangan

Seharusnya juga Indonesia meloloskan tim senior ke kejuaraan dunia. Peluang terakhir dari nomor mixed team agak sulit diprediksi karena ini nomor baru sehingga kekuatan lawan tidak terbaca. Apalagi tim Indonesia ang meraih medali perunggu Asian Games 2018 tertinggal satu pasangan," ujarnya

Halaman
123
Penulis: David_Manewus
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved