Regional

Pasca Teror Bom, PM: Negara dengan Pihak Keamanan Tolak Panggilan Perdana Menteri, Kenapa?

Anggota dewan keamanan setem[at tidak bersedia untuk memenuhi panggilan PM untuk membahas kejadian tersebut.

Twitter Aashik Nazardeen
Tiga Gereja Kena Bom Saat Rayakan Paskah, Sedikitnya 50 Orang Tewas, 250 Orang Terluka. Kondisi gereja pascaledakan bom di Srilanka 

Terdapat kabar bahwa aparat keamanan sebenarnya sudah mendapat peringatan akan adanya serangan dari dinas intelijen asing pada 4 April, lebih dari dua pekan sebelumnya.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe menyatakan bakal menggelar penyelidikan untuk mengungkap bagaimana bisa peringatan tersebut tidak ditindaklanjuti.

Juru bicara pemerintah Rajitha Senaratne menyatakan pemerintahan Wickremesinghe tidak mendapat pemberitahuan buntut perseteruannya dengan Presiden Maithripala Sirisena.

Wickremesinghe sempat dipecat dari jabatannya pada Oktober 2018.

Namun dimasukkan kembali setelah Sirisena ditekan oleh mahkamah agung Sri Lanka.

Meski begitu, Sirisena masih menjauhkan Wickremesinghe dari dewan pada Desember 2018 yang membuatnya tidak bisa menerima informasi rahasia soal keamanan negara.

Bahkan setelah serangan, Senaratne berkata anggota dewan keamanan tidak bersedia untuk memenuhi panggilan Wickremesinghe dan membahas kejadian tersebut.

"Saya pikir, mungkin hanya inilah satu-satunya negara di dunia di mana anggota keamanannya tidak suka jika dipanggil oleh perdana menteri," sindir Senaratne.

Baca: Korban Tewas Ledakan Bom Jadi 290 Orang: 25 Jenazah Warga Asing Belum Teridentifikasi

Baca: Deretan Fakta Tragedi Teror Bom Sri Lanka, Ratusan Korban Jiwa hingga Awal Masalah Antar Pemerintah

Tautan: http://www.tribunnews.com/internasional/2019/04/23/pasca-serangan-bom-pemerintah-sri-lanka-umumkan-korban-tewas-menjadi-310-orang?page=all.

Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved