Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu

Pdt Denny A Tarumingi: Paskah Bukti Maut Telah Dikalahkan

Merayakan Paskah tahun ini, dalam perenungan pribadi muncul pertanyaan klasik dalam benak ini, yaitu apakah yang paling ditakuti manusia di dunia ini?

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Alexander Pattyranie
ISTIMEWA
Pdt Denny A Tarumingi: Paskah Bukti Maut Telah Dikalahkan 

Pdt Denny A Tarumingi: Paskah Bukti Maut Telah Dikalahkan

Renungan Minggu oleh:
Pdt Denny A Tarumingi MTeol MPDK
Wakil Rektor Satu Ukit

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Merayakan Paskah tahun ini, dalam perenungan pribadi muncul pertanyaan klasik dalam benak ini, yaitu apakah yang paling ditakuti manusia di dunia ini? Dan jawabannya adalah Maut.

Maut yang identik dengan kematian (manusia memahami kematian itulah maut, dan itu tidaklah salah). Di dunia ini manusia berusaha, berupaya bahkan membayar mahal untuk keamanan agar tehindar dari maut, manusia dengan segala daya upaya menjaga kesehatan, mencari pengobatan ketika sakit agar apa? Luput dari maut.

Suatu upaya yang pastinya tidak salah. Manusia dengan kemajuan ilmu pengetahuan berupaya agar hidup bisa diperpanjang atau kalau bisa luput dari maut, bisakah?

Sebenarnya dari abad keabad manusia berusaha melawan maut, tapi apa daya manusia tidak bisa berbuat apa-apa, maut begitu kuat. Sebenarnya perenungan yang lebih dalam tentang maut adalah kematian yang kekal.

Bagaimana kehidupan manusia itu diperhadapkan dengan penghakiman Allah sang Pencipta, tentang penghukuman Allah.
Mengapa maut ada di dunia ini? Mengapa maut rentan terhadap manusia? Karena Dosa Roma 6:23a. “Sebab upah dosa ialah maut”.

Dengan demikian karena dosa menguasai dunia ini maka mautpun menguasai kehidupan manusia. Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa di taman Eden maut telah menguasai kehidupan manusia.

Dan kenyataannya maut bagaikan magnet bagi manusia, bukan dihindari tapi banyak yang menuju pada maut. Kehidupan manusia penuh dengan dosa, melakukan apa yang jahat, saling merusak satu dengan yang lain, bahkan alam lingkungan pun dirusak sehingga membawa bencana bagi manusia.

Maut yang bagaikan magnet ini bukan hanya persoalan kematian tapi kehidupan manusia yang berdosa ini menuju pada kematian Kekal.

Paskah memberikan harapan bagi manusia dan dunia ini, peristiwa Paskah “proklamasi” tentang maut yang telah dikalahkan, peristiwa Paskah manusia dan dunia ini telah dibebaskan dari dosa sehingga maut tidak menguasai lagi, 1 Korintus 15:55 “Hai maut di manakah kemenenganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”.

Apakah manusia tidak akan mati, manusia akan tetap menghadapi kematian tapi di balik kematian ada kehidupan kekal.

Artinya maut tidak akan berkuasa lagi terhadap manusia. Tidak akan ada Penghukuman kekal dari Allah.

Paskah dalam pengertian kebangkitan Yesus adalah Allah sendiri yang berinisiatif menyelamatkan manusia yang berdosa dan dikuasai maut.

Allah di dalam Yesus Kristus telah menderita bahkan mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia dan dunia ini. Ia telah dikubur tapi pada hari yang ketiga telah bangkit. Kebangkitan Yesus inilah bahwa maut telah dikalahkan.

Jadi setiap orang yang percaya pada Yesus dan melakukan segala kehendak-Nya akan diselamatkan dari kuasa maut. Dibebaskan dari dosa.

Apakah kita takut lagi terhadap maut? Tentunya tidak! karena dalam iman kepada Yesus Kristus ketakutan kepada maut digantikan pengharapan akan kehidupan Kekal.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved