Breaking News
Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Psikologi

Menurut Penelitian Ini, Perilaku Gemar Selingkuh Bisa Dipengaruhi Faktor Genetik

Apakah mungkin perilaku selingkuh dari pasangan adalah gen turun menurun dari orangtua mereka?

Editor: Rizali Posumah

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apakah mungkin perilaku selingkuh dari pasangan adalah gen turun menurun dari orang tua mereka?

Ada sebuah penelitian yang sekiranya dapat menjelaskan hal ini.

Dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Justin Gracia, seorang Doctoral Diversity Fellow SUNY di laboratorium antropologi dan kesehatan evolusi di Binghamton University, Universitas Negeri New York, telah mengambil pandangan luas pada perilaku seksual seseorang.

Ia juga mencocokkan perilaku tersebut dengan gen, hingga muncul lah teori baru tentang apa yang membuat orang seakan 'mati kutu' ketika dihadapkan dengan aktivitas seksual.

Melansir Science Daily, kemungkinan penyebab seseorang berperilaku seperti ini adakah reseptor dopamin, polimorfisme D4 atau yang disebut dengan gen DRD4.

Gen DRD4 juga diketahui memengaruhi kimia otak hingga perilaku manusia. Ini juga dikaitkan dengan perilaku 'mencari sensasi' seperti konsumsi alkohol dan perjudian yang membuat kecanduan.

"Kami sudah tahu bahwa sementara banyak orang yang mengalami aktivitas seksual, (tapi) keadaan, makna dan perilaku setiap orang berbeda," tutur Garcia.

Menurut Garcia, ada beberapa orang yang bertahan dengan pasangan mereka, sedangkan yang lainnya bisa melakukan hubungan seksual tanpa adanya komitmen dan melakukan one night stand.

Studi ini merupakan hasil dari kumpulan data 181 orang muda dengan sample DNA mereka.

Dari 181 orang yang menjadi peserta studi ini, sebanyak 43 di antaranya memiliki variasi gen DRD4 tertentu.

Garcia dan tim peneliti menentukan bahwa perbedaan individu dalam perilaku seksual memang dapat dipengaruhi oleh variasi genetik individu.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa individu dengan varian tertentu dari gen DRD4 lebih mungkin memiliki riwayat hubungan seks yang tidak berkomitmen, termasuk one-night stand dan tindakan perselingkuhan," kata Garcia. 

Penyebabnya adalah dari sistem kesenangan dan penghargaan, yang merupakan pelepasan dopamin.

Pada saat yang sama, data tersebut juga menunjukkan, hal yang masuk akal apabila seseorang sangat mencintai pasangan mereka melakukan perselingkuhan, namun masih sangat terikat dan peduli pada pasangan mereka.

Semuanya kembali ke variasi DRD4 pada orang-orang ini. Tidak semua orang yang memiliki gen ini berarti selingkuh.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved