Psikologi

Menurut Penelitian Ini, Perilaku Gemar Selingkuh Bisa Dipengaruhi Faktor Genetik

Apakah mungkin perilaku selingkuh dari pasangan adalah gen turun menurun dari orangtua mereka?

Istimewa
Ilustrasi selingkuh 

Garcia dan tim peneliti menentukan bahwa perbedaan individu dalam perilaku seksual memang dapat dipengaruhi oleh variasi genetik individu.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa individu dengan varian tertentu dari gen DRD4 lebih mungkin memiliki riwayat hubungan seks yang tidak berkomitmen, termasuk one-night stand dan tindakan perselingkuhan," kata Garcia. 

Penyebabnya adalah dari sistem kesenangan dan penghargaan, yang merupakan pelepasan dopamin.

Pada saat yang sama, data tersebut juga menunjukkan, hal yang masuk akal apabila seseorang sangat mencintai pasangan mereka melakukan perselingkuhan, namun masih sangat terikat dan peduli pada pasangan mereka.

Semuanya kembali ke variasi DRD4 pada orang-orang ini. Tidak semua orang yang memiliki gen ini berarti selingkuh.

"Hubungan ini asosiatif, yang berarti bahwa tidak semua orang dengan genotipe ini akan memiliki one-night stand atau melakukan perselingkuhan," sambungnya.

Penelitian ini hanya menunjukkan sebagian besar seseorang dengan genetik ini cenderung terlibat dalam perilaku untuk selingkuh.

Di sisi lain, Garcia juga mengingatkan konsekuensi dari perilaku seksual bisa sangat ekstrem.

"One night stand bisa berisiko, baik secara fisik maupun psikologis," lanjut Garcia.

Menurutnya, pengkhianatan bisa menjadi salah satu hal paling menghancurkan yang terjadi pada pasangan.

Halaman
123
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved