Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info

Pengabdian Bidan di Daerah Pelosok Selama Bertahun-tahun hingga Makin Tangguh

Helviani berpikir menjadi bidan sangatlah mulia karena masa lalu yang sulit, baginya menolong orang yang juga sulit ekonomi

internet
bidan-helviani-praktik-di-jalan-jeruk-rt-01 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak semua orang sanggup mengemban amanah di tengah keterbatasan. Tetapi tidak bagi Helviani, yang menjadi seorang bidan di daerah pelosok selama bertahun-tahun.

Pengalamannya di masa lalu yang bertumpuk pelajaran hidup menjadikannya lebih kuat menghadapi masa selanjutnya.

Dahulu sewaktu dirinya masih sekolah, dengan kondisi keterbatasan ekonomi dan orang tuanya sakit-sakitan.

Baca: TERKUAK! Pelaku Pemenggal Kepala Guru Honorer Budi Hartanto Adalah Diduga Teman Komunitasnya

Helviani berpikir menjadi bidan sangatlah mulia karena masa lalu yang sulit, baginya menolong orang yang juga sulit ekonomi juga membuatnya merasa lebih baik.

Bidan yang biasa disapa Evi ini mengikuti program bidan desa PTT (Pegawai Tidak Tetap) pada 2007.

Helviani kini mengabdi di daerah pelosok, butuh waktu sekitar dua jam perjalanan dari ibukota kabupaten.

Kini ia bertugas di Kelurahan Tebo Jaya, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo. Persisnya tempat praktik Bidan Helviani beralamat di Jalan Jeruk, RT 01,RW 01, Dusun Tebo Jaya.

Baca: Makarawung Serahkan Bantuan Kemenag Sulut Untuk Gereja Katolik Kumelembuai Tomohon

Ia mengenang, ketika menjalani tugasnya sebagai bidan. Saat itu kondisi jalan yang ia lalui rusak. Alhasil, ia berkali-kali jatuh dari sepeda motor, tetapi itu tidak membuat ia menjadi trauma.

Bidan Helviani, praktik di Jalan Jeruk Rt 01, Rw 01, Kelurahan Tebo Jaya, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi (IST)
"Saya sudah memilih untuk di tempatkan di sini dan saya harus bertanggung jawab dengan pilihan saya," ujarnya.

Evi tak jarang bertemu dengan pasien-pasien yang tidak mampu membayar dengan uang.

Pasiennya ada yang hanya bisa membayar dengan hasil pertanian seperti cabe dan pisang, bahkan meninggalkan KTP.

Tetapi bagi Helviani hal tersebut tidak menjadi masalah, sebab yang terpenting orang itu tertolong.

Dia punya dua prinsip dalam menyampaikan konseling untuk calon ibu. Pertama, menghargai pengetahuan yang dimilikinya dan tidak menghakimi.

bidan-helviani-praktik-di-jalan-jeruk-rt-01
bidan-helviani-praktik-di-jalan-jeruk-rt-01 (internet)

Baca: Kebakaran di Tompaso Dua, Marco Langsung Berteriak Melihat Kobaran Api

Baca: Ketua Persit Kck Cabang XIV Laksanakan Anjangsana ke Panti Asuhan

"Kadang kan perbedaan pendapat dengan beberapa ibu adalah hal yang wajar bagi saya, biasanya saya melakukan pendekatan kekeluargaan dan secara pribadi untuk pelan-pelan memberikan edukasi terutama dalam hal pemberian gizi," ungkapnya.

"Untuk mempersiapkan gizi anak, harus dipersiapkan sedini mungkin. Itu diawali dengan gizi saat kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi makanan bergizi, sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain itu, ditambah dengan multivitamin serta susu untuk ibu hamil, agar mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan," paparnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved