TERKUAK! Pelaku Pemenggal Kepala Guru Honorer Budi Hartanto Adalah Diduga Teman Komunitasnya
elan-pelan terkuak! Pemenggal kepala guru honorer Budi Hartanto hingga terpisah dari badan sampai dimutilasi dan dimasukkan dalam koper
TERKUAK! Pelaku Pemenggal Kepala Guru Honorer Budi Hartanto Adalah Diduga Teman Komunitasnya
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Pelan-pelan terkuak! Pemenggal kepala guru honorer Budi Hartanto hingga terpisah dari badan sampai dimutilasi dan dimasukkan dalam koper, diduga kuat adalah kawan satu komunitas. Simak fakta-faktanya berikut ini.
Fakta-fakta terbaru pengungkapan kasus guru honorer asal Kediri, Budi Hartanto (28), yang tewas dimutilasi dengan kondisi mayat ditemukan tanpa kepala di dalam koper, ada di artikel ini.
Fakta-fakta terbaru kasus mutilasi guru honorer Budi Hartanto mulai identitas pelaku yang sudah dikantongi penyidik gabungan Polresta Kediri dan Polda Jatim, hingga hasil pencarian kepala korban.
Baca: VIDEO – Ribuan Warga Jalan Sehat Menyongsong Pemilu 2019
Baca: Dari Kesaksian 8 Wanita yang Bersamanya, Seungri Diduga Kuat Terlibat Skandal Prostitusi
Baca: Kisah Kakek 72 Tahun yang Menikah dengan Gadis Beda Usia 47 Tahun Ini Kandas Karena Perselingkuhan
Anda juga bisa membaca curahan hati (curhat) Ibunda Budi yang berharap polisi bisa menemukan pembunuh anaknya.
Proses pencarian potongan kepala Budi Hartanto (28), korban mutilasi yang jasadnya dibuang di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, belum membuahkan hasil.

Polisi masih terus mencari potongan kepala korban dengan cara menyisir sungai di sekitar lokasi ditemukannya koper berisi jasad guru honorer asal Mojoroto, Kota Kediri, itu.
"Hari ini (Minggu) kami melakukan penyisiran lagi di lokasi, tapi tetap belum ada hasil," kata Kapolsek Udanawu, AKP Wahyu Satrio Widodo, Minggu (7/4/2019).
AKP Wahyu mengatakan, tiap hari, polisi terus mencari potongan kepala korban.
Proses pencarian difokuskan di sekitar lokasi ditemukan jasad korban.
Polisi menyisir pinggir sungai radius 200 meter ke barat dan 200 meter ke timur dari titik ditemukannya jasad korban.
"Tiap hari, kami terjunkan lima personel untuk menyisir sungai mencari potongan kepala korban," ujarnya.
Dikatakannya, polisi akan terus mencari potongan kepala korban di sekitar lokasi penemuan jasadnya.
Wahyu tidak tahu sampai kapan proses pencarian kepala korban dihentikan.