Sejarah
Hari Ini 2 April 2005 Paus Yohanes Paulus II Wafat, Ini Fakta-fakta Semasa Hidup Beliau
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam. Enam hari berselang, 2 juta orang dari berbagai penjuru dunia datang ke Vatikan untuk menghadiri pemakamannya
Pada 1967, Wojtyla diangkat menjadi seorang kardinal dan mengambil risiko bekerja dan hidup sebagai imam Katolik di bawah rezim komunis yang saat itu memerintah Polandia.
"Saya tak takut dengan mereka. Merekalah yang takut kepada saya," ujar Wojtyla saat ditanya soal perasaannya terhadap pemerintahan komunis.
Secara diam-diam dan perlahan, Wojtyla membangun reputasinya sebagai seorang imam berpengaruh sekaligus sosok intelektual penuh kharisma. Meski sudah memiliki reputasi luar biasa, tetap saja saat Paus Yohanes Paulus I meninggal pada 1978 setelah 34 hari menjabat, tak banyak yang menyangka pria Polandia ini yang akan duduk di Tahta Suci.
Namun, setelah tujuh putaran pemungutan suara, dewan konklaf akhirnya memilih Wojtyla yang saat itu berusia 58 tahun menjadi Paus ke-264. Dia menjadi Paus pertama non-Italia dan yang termuda sejak 132 tahun terakhir. Paus non-Italia terakhir sebelum Wojtyla adalah Paus Adrian VI asal Belanda yang menjabat pada 1522-1523.
Sebagai sosok konservatif, masa kepausan Yohanes Paulus II diwarnai keteguhan Vatikan menentang komunisme dan perang juga aborsi, penggunaan kontrasepsi, hukuman mati, dan hubungan seks sesama jenis. Paus Yohanes Paulus II juga kemudian menentang euthanasia, kloning manusia, dan riset sel punca. (*)