Kisah Babad Pasek Kayu Selem, 'Kenapa Manusia Tak Bisa Melihat Dewa'

Konon manusia Bali pertama bisa melihat para dewa, namun dikarenakan membuat kesalahan manusia tak lagi bisa melihat para dewa. Apa kesalahannya?

Kisah Babad Pasek Kayu Selem, 'Kenapa Manusia Tak Bisa Melihat Dewa'
google
Ilustrasi Dewa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Konon manusia Bali pertama bisa melihat para dewa, namun dikarenakan membuat kesalahan manusia tak lagi bisa melihat para dewa.

Apa kesalahannya?

Menurut Staf Dosen Bahasa Bali Unud, dalam Babad Pasek Kayu Selem, dalam penciptaan awal manusia Bali, Dewa Wisnu dan Dewa Brahma melakukan koalisi untuk menciptakan manusia.

Untuk menjamin keteguhan tapa brata yoga samadi dari Brahma dan Wisnu ketika menciptakan manusia pertama ini, Dewa Yama diutus oleh Dewa Pasupati untuk menjadi anjing dan menggoda tapa-Nya dengan jalan menggonggong.

“Sehingga pecahlah konsentrasi kedua dewa akibat godaan, namun pada bagian akhir tapa kedua dewa berhasil,” kata Guna.

Setelah manusia pertama lahir, sempat terjadi konflik antara manusia pertama dengan Dewa Brahma maupun Wisnu.

Konon menurut Babad Pasek Kayu Selem, ketika dewa turun ke dunia, manusia pertama ini sedang buang kotoran.

Sambil buang kotoran, manusia pertama ini bertanya pada dewa itu.

“Wahai dewa engkau ingin pergi kemana?”

“Aku hanya ingin melihat keadaan alam,” jawab dewa.

Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved