Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Pembukaan Jalan Batubulan ke Nameng, Pekerja Harus Hadapi Tebing Batu dan Jurang

Beberapa waktu lalu, satu pekerja jatuh ke jurang, namun beruntung tidak sampai jatuh ke laut dan bisa diselamatkan.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: maximus conterius
Tribun Manado
Pembukaan jalur jalan antara Batubulan-Nameng di Kecamatan Siau Barat Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro. Erupsi Gunung Karangetang menutup akses yang melewati Desa Batubulan. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Pembukaan akses jalan dari Kampung Batubulan ke Nameng, Kecamatan Siau Barat Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, selain memakan waktu yang cukup lama, juga membutuhkan tenaga ekstra.

Sudah tiga pekan upaya para pekerja dari kontraktor Dinasty mengerjakan proyek pembukaan jalan sekitar tiga kilometer tersebut.

Saat ini pembukaan jalan baru menyelesaikan 1.155 kilometer; masih sekitar 1,5 kilometer lebih lagi yang harus dikerjakan.

"Kami membutuhkan waktu sekitar satu bulan setengah lagi baru bisa tembus sampai ke Nameng," kata Wilson Tumanong, pelaksana pekerjaan, Minggu (24/3/2019).

Menurut dia, para pekerja harus menghadapi medan yang cukup berat.

"Menjadi tantangan kami di sini medannya daerah berbatu," kata dia.

Selain itu banyak jurang mempersempit ruang gerak para pekerja yang menggunakan alat berat, sehingga harus berhati-hati.

"Di sini dari awal sebenarnya kami sudah menghadapi banyak bebatuan, namun paling berat itu ada tiga titik, dan kami baru lewati satu titik," jelasnya.

Baca: Wabup Sitaro Harus Jalan Kaki Ribuan Meter Tinjau Pembukaan Akses Jalan Batubulan ke Nameng

Baca: Warga Batubulan Senang Akses Jalan ke Nameng Dibuka

Untuk melakukan pekerjaan, mereka menggunakan tiga alat, dua ekskavator dan satu alat pemadat jalan.

"Satu ekskavator difungsikan untuk penggaruk dan satu sebagai penghancur batu," ujar dia.

Ia mengatakan, pekerja harus berhati-hati juga menggunakan alat lantaran akan sangat berat jika rusak.

"Satu alat penggaruk sudah rusak, tinggal satu lagi, makanya kita pakai hati-hati juga, soalnya sangat berat," jelasnya.

Tiga alat tersebut memang berada di Batubulan karena terkurung sebab kejadian guguran lava Karangetang.

Ia juga menceritakan, beberapa waktu lalu, satu pekerjanya jatuh ke jurang, namun beruntung tidak sampai jatuh ke laut dan bisa diselamatkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved