Gempa Hybrid Gunung Karangetang Tercatat 13 Kali Terjadi Siang dan Sore

Gempa Hybrid Gunung Karangetang Tercatat 13 Kali Terjadi Siang dan Sore.

Gempa Hybrid Gunung Karangetang Tercatat 13 Kali Terjadi Siang dan Sore
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Aktivitas Gunung Api Karangetang masih berfluktuasi, meski gempa guguran dan hembusan sangat sedikit jumlahnya. 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Aktivitas Gunung Api Karangetang masih berfluktuasi, meski gempa guguran dan hembusan sangat sedikit jumlahnya.

Aditya Gurasali petugas pos PGA Karangetang menjelaskan, pada Rabu (20/3) siang secara visual puncak gunung tidak terlihat.

Gempa hembusan hanya sekali terjadi, dengan amplitudo 3 mm, durasi 15 detik. Sedangkan hybrid terjadi 7 kali dengan amplitudo 5-10 5-10 mm, S-P 0 detik, durasi 10-15 detik.Tektonik Jauh dua kali 5-11 mm, S-P 15 detik, durasi 65-70 detik. Juga microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

Sementara pada sore hari, aktivitas di puncak kawah juga tidak teramati.

Baca: Gerardus Mogi Terima Dua Wakil Ketua DPRD Sitaro yang Belajar Retribusi Jasa Umum

Baca: 4 Fakta Kematian Muhammad Rahim, Mulai dari Disemayamkan Hingga Dimakamkan di Samping Sajjad

Gempa hembusan dan guguran tidak tidak terjadi, namun gempa hybrid justru terjadi enam kali dengan amplitudo 5-8 mm, S-P 0 detik, durasi 10-15 detik. Vulkanik dangkal 4 kali dengan amplitudo 3-4 mm, durasi 4-5 detik.

Juga tektonik jauh terekam lima kali dengan amplitudo 4-28 mm, S-P 10-15 detik, durasi 50-70 detik, dan microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Status gunung masih pada level III, sebab aktifitasnya masih fluktuatif," jelasnya.

Sedangkan rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati,  melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. 

Tonton video di bawah inI!

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved