Camat Pinteng Bolsel Maksimalkan Progran H2M Untuk Sukseskan Kegiatan Pertanian

Sahrin memantau langsung aktivitas petani cabe di Desa Adow Selatan, mengingat program tersebut sudah menjadi agenda rutin.

Istimewa
Camat Pinteng Bolsel Maksimalkan Progran H2M Untuk Sukseskan Kegiatan Pertanian 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Untuk mensukseskan kegiatan pertanian di wilayahnya, bersama para penyuluh pertanian Camat Pinolosian Tengah (Pinteng) Sahrin Mohama, memaksimalkan program Hari-Hari Menyapa (H2M) rakyat.

Buktinya pada Rabu (20/3/2019) Sahrin memantau langsung aktivitas petani cabe di Desa Adow Selatan, mengingat program tersebut sudah menjadi agenda rutin.

"Petani yang dikunjungi ini yakni Bapak Junaidi Makalag, termasuk salah satu petani cabai yang sukses dengan hasil panennya yang melimpah," jelas dia.

Baca: Belajar dari Kesalahan, Murid Valentino Rossi Penuh Semangat Hadapi MotoGP Argentina 2019

Baca: BREAKING NEWS: Loncat dari Jembatan Soekarno, Pria Berseragam Rumah Sakit Ratumbuysang Tewas

Baca: BPBD Sitaro Akan Pasang Sirine Peringatan untuk Gunung Karangetang Jika Erupsi

"Kegiatan ini juga bertujuan agar terjalin hubungan yang baik antara pemerintah kecamatan dan warga masyarakat," tambahnya.

Ia berharap, apa yang dilakukan Junaidi Makalalag menjadi contoh dan dapat memotivasi masyarakat lainnya sehingga bersama-sama sukses di bidang pertanian.

"Sebagai pemerintah kami juga berharap, agar penyuluh pertanian yang ada di Kecamatan Pinteng selalu memberikan bimbingan dan pendampingan kepada para petani," ujarnya.

Junaidi Makalalag sendiri mulai menanam cabai Desember 2018, dengan jumlah tanaman sebanyak 3.250 pohon, menggunakan mulsa plastik.

Panennya yang pertama ini, dilakukan bertahap sebanyak enam kali.

Dimana pada tahap pertama harga cabe turun drastis Rp 12.500 dan panen kedua baru naik Rp 16.500 perkilogramnya.

"Panen tahap pertama 50 kg x Rp. 12.500, tahap kedua 150 kg dengan harga Rp. 16.500, panen ketiga 300 kg dengan harga Rp 25 ribu, panen keempat dan kelima masing-masing 400 kg harga Rp 30 ribu, kemudian panen tahap keenam 350 kg dengan hrga per kilonya Rp 35 ribu. Total untuk panen perdana ini sebanyak 1.650 kilogram," terang Junaidi.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved