Aktivitas Gunung Karangetang Bertambah tak Signifikan

Aktivitas gunung Karangetang bertambah meski tak terlalu signifikan. Secara visual pada pagi hingga malam hari terlihat asap kawah bertekanan kuat

Aktivitas Gunung Karangetang Bertambah tak Signifikan
tribun manado/alpen martinus
Gunung Karangetang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO- Aktivitas gunung Karangetang bertambah meski tak terlalu signifikan. Secara visual pada pagi hingga malam hari terlihat asap kawah bertekanan kuat  berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100-150 meter di atas puncak kawah dan asap kawah 2 putih sedang 25-50 meter.

Secara kegempaan terjadi dua kali guguran dengan amplitudo 5-10 mm, durasi 23-25 detik, hembusan 14, amplitudo 3-8 mm berdurasi 15-27 detik.

Gempa fase banyak terjadi dua kali dengan amplitudo12-15 mm, S-P 0 detik, berdurasi  18-25 detik. Vulkanik dangkal sekali terjadi dengan amplitudo 8 mm, durasi 5 detik. Juga microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

Sedangkan pada siang hingga hari secara visual terlihat asap kawah bertekanan kuat berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 75-100 meter di atas puncak kawah dan asap kawah 2 putih sedang 25-50 meter.

Baca: Milka Sedih ke Batubulan, Jalan Sudah Rusak Diterjang Guguran Lava Gunung Karangetang

Secara kegempaan terjadi sekali guguran dengan amplitudo 7 mm, durasi 35 detik, hembusan 2 kali, amplitudo 5-7 mm berdurasi 35 detik.

Gempa fase banyak terjadi 8 kali dengan amplitudo 7-33 mm, S-P 0 detik, berdurasi  15-17 detik. Vulkanik dangkal sekali terjadi dengan amplitudo 5 mm, durasi 5 detik. Vulkanik dalam tiga kali terjadi dengan amplitudo 13-20 mm, S-P 1-1.5 detik ,durasi 5 detik. Tektonik jauh sekali terjadi, dengan amplitudo 11 mm, S-P tidak terbaca, durasi 49 detik. Juga microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Status gunung Karangetang masih pada level III atau siaga, sebab aktifitasnya masih fluktuatif," jelas Yudia Tatipang Kepala PGA Karangetang, Senin (18/03/2019).

Sedangkan rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati,  melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Baca: Gempa Guguran Masih Terus Terjadi di Gunung Karangetang

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (amg)

Berita Populer: Karyawati Bank Mandiri Dirampok dan Dianiaya Driver Taksi Online, Driver Ternyata Pakai Akun Teman

 

 

 
 

Penulis: Alpen_Martinus
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved